Breaking News:

Berita Bangka Barat

Putra Sebut Bangka Barat Ada Arah Menuju PPKM Level 1

Diketahui untuk vaksinasi lansia masih berada di 52 persen, namun Putra mengatakan Kabupaten Bangka Barat juga memiliki kemungkinan dapat segera

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma mengatakan untuk perpanjangan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Kabupaten Bangka Barat diprediksi masih akan bertahan di level 2.

Hal ini diungkapkan usai diketahui PPKM yang sudah diberlakukan sejak 19 Oktober 2021 lalu akan berakhir hari ini, namun untuk kepastian perpanjangan PPKM dan Bangka Barat berada di level berapa akan diumumkan oleh Pemerintah Pusat pada malam hari. 

"Kalau dari tiga data kementrian ada kapasitas respon, transmisi komunitas dan vaksinasi, ketiga ini sifatnya konklusif gabungan. Jadi parameter yang dihitung semuanya, jadi yang dihitung adalah yang paling rendah," ujar Putra Kusuma, Senin (08/11/2021). 

Diprediksinya Kabupaten Bangka Barat masih akan berada di level dua, Putra mengatakan vaksinasi lansia menjadi satu diantara faktor yang membuatnya belum beranjak ke PPKM level 1.

"Kalau liat data kita posisinya masih di level 2, ada dua variabel yakni kapasitas tracing masih dalam katagori sedang. Lalu vaksinasi lansia masih katagori sedang, kalau untuk yang lain Insya Allah sudah membaik. Jadi dua faktor ini, yang membuat masih bertahannya di level 2," jelasnya. 

Diketahui untuk vaksinasi lansia masih berada di 52 persen, namun Putra mengatakan Kabupaten Bangka Barat juga memiliki kemungkinan dapat segera berada di PPKM level 1.

Hal ini pun terlihat dari data Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat yang kian melandai, bahkan dalam dua hari terakhir tidak ada satu pun penambahan kasus di enam kecamatan. 

Tak adanya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, tentunya membuat jumlah pasien yang menjalani isolasi terus menurun. Dari data hari ini hanya tersisa enam pasien yang masih menjalani isolasi, selain itu tiga kecamatan yakni Parittiga, Tempilang, dan Kelapa sudah nihil pasien isolasi. 

"Lansia sekitar 52 persen, idealnya memang di 60% untuk level 1 paling memadai. Kita masih punya potensi untuk turun level 1, kita mengarahkan ke sana kalau liat dari angka kasus yang terlaporkan," ucapnya. 

Sementara itu untuk vaksinasi lansia, Putra mengungkapkan tidak semua lansia bisa dapat menerima vaksin dikarenakan sejumlah alasan. 

"Vaksinasi lansia memang yang jadi kendala banyak lansia yang tunda vaksin, lalu tidak bisa diberikan vaksin secara permanen seperti komorbid. Lalu hipertensi yang sudah berkali-kali datang ke graha, tapi kondisinya tidak memungkinkan untuk diberikan vaksin," katanya. 

Namun Putra mengatakan sesuai dengan arahan Bupati dan Forkopimda Bangka Barat, pihaknya akan melakukan jemput bola untuk memudahkan masyarakat khususnya lansia mendapatkan vaksin. 

"Antusiasme dari lansia bagus, hanya mobilisasi yang perlu kita bantu. Kalau dia jauh dari gerai kita jemput dan antar, karena dari babasina dan bhabinkamtibmas sanggat support," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved