Breaking News:

Advetorial

Budidaya Hidroponik di SMKN 1 Kelapa semakin berkembang berkat program TJSL PLN UIP Sumbagsel

Dana bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diserahkan tersebut senilai Rp75 juta.

Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
Cici Nasya Nita
PT PLN (Persero) UIP Sumbagsel peduli dan memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di SMKN 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah menyerahkan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat pada bulan Mei 2021 lalu.

Dana bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diserahkan tersebut senilai Rp75 juta.

Atas bantuan ini, SMK Negeri 1 Kelapa akhirnya memiliki Green House Hidroponik yang berguna menunjang pembelajaran para siswa terkait tehnik bertanam yang menggunakan teknologi.

Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman berupa sayuran dengan media tanpa tanah, melainkan memanfaatkan air.

Banyak kelebihan dari metode hidroponik, misalnya saja tidak memerlukan lahan yang luas, terhindar dari hama, dan hasil produksi lebih sehat dan segar karena minim penggunaan pestisida.

Sementara, ada tiga sayuran yang sedang fokus dibudidayakan pihak SMK N 1 Kelapa yang digalakkan para siswa yakni sawi pakcoi, sawi chaisim, dan sawi putih dakota.

Kepala Program Studi Agribisnis Tanaman SMK N 1 Kelapa, Alexandra mengapresiasi dan bersyukur atas bantuan yang telah diberikan oleh PLN UIP Sumbagsel.

Siswa SMKN 1 Kelapa Saat Pembudidayaan Tanaman dan Sayuran Hidroponik.
Siswa SMKN 1 Kelapa Saat Pembudidayaan Tanaman dan Sayuran Hidroponik. (Cici Nasya Nita)

"Bantuan ini sangat bermanfaat. Dengan bantuan tersebut kita saat ini memiliki alat-alat hidroponik, lengkap sepaket berserta instalasi serta listrik dan Alhamdulilah sekarang sudah jalan. Green House itu terbentuk awal Juni 2021 sudah selesai," ujar Alexandra saat ditemui bangkapos.com di SMK N 1 Kelapa, Senin (8/11/2021) sore.

Tak dipungkirinya, sarana dan prasarana untuk pembangunan Green House tidaklah murah, sehingga bantuan ini menjadi angin segar bagi pihak sekolah.

"Biaya besar itu dari bangunan dan instalasinya, jadi ini sangat membantu kita sekali. Sedangkan  variabel untuk produksi sayur tidaklah memberatkan," katanya.

Siswa SMK N 1 Kelapa Saat Kegiatan Pembudidayaan Tanaman Hidroponik.
Siswa SMK N 1 Kelapa Saat Kegiatan Pembudidayaan Tanaman Hidroponik. (Cici Nasya Nita)

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sayur hidroponik yang digeluti ini waktu produksi kisaran 40 hari hingga 2 bulan.

"Hidroponik ini modern, tidak ribet buat ladang, jadi ada kemajuan pengetahuan untuk anak-anak bertanam, mereka bisa melihat proses instalasi dan pemberian nutrisi, mereka jadi dapat pengetahuan bertanam menggunakan teknologi," katanya.

Selain itu, dia juga sempat menjelaskan para siswa lebih mudah memahami budidaya menggunakan hidroponik dengan adanya Green House dari bantuan ini.

"Bantuan ini membantu, para siswa lebih mudah memahami dan bisa praktik langsung untuk menanam sayuran hidroponik, selain ilmu yang diperoleh tetapi juga pengalaman. Harapannya bantuan seperti ini terus mengalir agar pendidikan terus berkembang dengan baik," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Adv/S2)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved