Breaking News:

Nilai Ekspor Babel September 2021 Capai 99,15 Persen

PANGKALPINANG-Seiring dengan semakin melandainya kasus Covid-19, kinerja ekonomi global pun mulai

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Nilai Ekspor Babel September 2021 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seiring melandainya kasus Covid-19, kinerja ekonomi global pun mulai mengalami pertumbuhan ke arah positif. Kegiatan produksi sudah mulai berjalan. Ini dibuktikan dengan mulai meningkatnya permintaan global akan bahan baku produksi. 

Hal ini tentu juga dirasakan oleh Indonesia tidak terkecuali Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sebagai penghasil timah dan CPO. Harga kedua komoditas ini tentunya berimbas pada peningkatan ekspor luar negeri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Berdasarkan rilis BPS Babel tanggal 5 November, diketahui pada bulan September 2021, ekspor luar negeri Babel naik sebesar 99,15 persen  dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (September 2020). Nilai ekspor komoditas timah naik 110,77 persen, dan non timah naik 42,65 persen. Oleh karena itu, jumlah nilai 
ekspor pada bulan September tahun ini sebesar US$227,74 juta (bulan yang sama tahun 
sebelumnya US$114,36 juta). 

Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Babel. Sekitar 17,49 persen ekspor timah pada Januari-September 2021 dikirim ke Negeri Singa ini. Apabila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini naik 58,09 persen.

Belanda, Korea Selatan, United States dan Jepang berada dalam lima negara tujuan utama 
ekspor timah pada Januari-September 2021. Peran keempat negara berkisar antara 11,09 
persen hingga 13,86 persen. Maka, lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan 
Bangka Belitung berperan sebesar 66,75 persen. 

Sementara itu, ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari-September 2021 didominasi 
oleh lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), yang keseluruhannya merupakan minyak kelapa 
sawit (HS 1511). Nilai ekspor lemak & minyak hewan/nabati akumulasi hingga September 
2021 menjadi US$207,96 juta atau 74,26 persen dari jumlah ekspor non timah Provinsi 
Kepulauan Bangka Belitung. Nilai ini naik 70,01 persen dibandingkan periode yang 
sama tahun sebelumnya. 

Malaysia menempati urutan pertama peran ekspor non timah pada Januari-September 2021 
dengan nilai US$70,43 juta. Peran Malaysia dalam ekspor non timah sebesar 25,15 persen. 
Golongan barang yang diekspor ke negeri jiran ini mayoritas berupa lemak dan minyak hewan 
nabati (HS 15) sebanyak US$56,58 juta.

Menyusul Malaysia, Belanda berada pada posisi kedua dengan nilai ekspor non timah sebesar 
US$48,44 juta pada Januari-September 2021. Peran Belanda dalam ekspor non timah sebesar 
17,30 persen. Golongan barang yang diekspor ke Belanda berupa lemak dan minyak hewan/
nabati (HS 15) sebanyak US$45,52 juta.

Myanmar, Tiongkok, dan Bangladesh menempati urutan ketiga, keempat, dan kelima, dengan 
peran masing-masing sebesar 13,95 persen; 9,71 persen; dan 9,47 persen. Dengan demikian, 
peran lima negara utama tujuan ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi 
75,58 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Tantan Heroika mengungkapkan dalam rilisnya pada tanggal 8 November 2021 bahwa, pertumbuhan kinerja ekspor terutama ditopang oleh tetap tingginya permintaan komoditas dari negara mitra dagang utama, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Singapura. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved