Breaking News:

Banjir di Toboali

Banjir Rob Melanda Pesisir Pantai Toboali, Fasilitas Umum dan Rumah Warga Terendam Air

Cuaca ekstrim melandah Kabupaten Bangka Selatan, mengakibatkan sejumlah daerah di wilayah tersebut mengalami banjir rob. Hujan yang turun sejak Rabu (

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Banjir di kediaman Warga RT 3, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, dekat pantai, Rabu (10/11/2021). (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cuaca ekstrim melandah Kabupaten Bangka Selatan, mengakibatkan sejumlah daerah di wilayah tersebut mengalami banjir rob. Hujan yang turun sejak Rabu (10/11/2021) dini hari hingga petang ini. Pada saat bersamaan, air laut pasang serta angin kencang, membuat gelombang tinggi naik ke daratan.

Terpantau air laut yang naik kedaratan di Pantai Kelisut, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, hingga merendam fasilitas umum, panggung pentas seni dan sejumlah warung yang ada di pesisir pantai tersebut.

Tak hanya itu saja, di Kelurahan Tanjung Ketapang, RT 3, juga mengalami hal yang sama. Air laut juga masuk ke kediaman warga setempat yang berada di pesisir pantai.

Camat Toboali, Sumindar mengatakan dua daerah tersebut sering terjadi lantaran dekat dari pesisir pantai. Ketika air laut pasang, ditambah lagi dengan intensitas hujan tinggi tetap terjadi banjir.

"Ini masalah yang terus berulang, ketika di darat hujan lebat dan di laut air pasang, maka secara otomatis debit air laut bertambah, dan pertambahan debit air laut akan mengalir ke darat," kata Sumindar saat dikonfirmasi, Rabu (10/11/2021).

Katanya, yang harus dilakukan, memasang atau membangun pemecah gelombang. Upaya ini menjadi cara alternatif guna meminimalisir debutan air laut masuk ke rumah warga.

"Termasuk juga saluran-saluran atau bandar air harus dalam dan lebar, serta bersih dari sampah. Warga harus mematuhi aturan pemerintah jangan buang sampah sembarang atau membangun rumah dekat dari pantai," ucapnya.

Berdasarkan aturan, membangun rumah harus jauh dari bibir pantai, minimal 100 meter, sehingga ketika air pasang tertinggi, ancaman gelombang, air meluap dan lain- lain dapat dihindarikan.

Ia juga mengimbau agar warga menjaga kebersihan lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan. Namun jika hal di atas  tidak dipatuhi, banjir seperti ini akan terulang dan terus berulang.

"Namun demikian Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, khususnya Kecamatan Toboali, akan menjadikan kondisi ini sebagai kajian analisa untuk usulan pembangunan di wilayah pesisir," katanya.( Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved