Breaking News:

Erzaldi Rosman

Erzaldi Berikan Semangat untuk Petani Payabenua Lewat Sekolah Lapang

Gubernur Provinsi Kepulaun Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan kunjungan ke sawah Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat, Bangka, Rabu (1

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Gubernur Kepulaun Bangka Belitung Erzaldi Rosman melakukan kunjungan ke sawah Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat, Bangka, Rabu (10/11/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Provinsi Kepulaun Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan kunjungan ke sawah Desa Payabenua Kecamatan Mendobarat, Bangka, Rabu (10/11/2021).

Mengenakan baju putih, orang nomor satu di Bangka Belitung ini menyisir area sawah yang tanahnya masih basah usai diguyur hujan.

Para masyarakat sekitar menyampaikan kondisi terkini pengembangan sawah dan hal-hal yang dirasa kurang agar dapat dibantu oleh pemerintah provinsi.

Dalam kesempatan ini, Erzaldi Rosman memberikan motivasi kepada masyarakat sekitar untuk terus semangat mengelola sawah tersebut.

"Sawah paya Benua ini kurang lebih  luasnya150 hektare, sudah hampir 6 tahun tidak digarap. Jadi kita mulai, kita memang ada program sekolah lapang yakni untuk memberdayakan masyarakat sekitar," ujar Erzaldi.

Sekolah lapang ini bermaksud untuk melatih para masyarakat setempat agar kembali semangat mengelola sawah.

"Kita coba menanam padi dulu, mereka sudah memulai itu dan mengajak kami berdiskusi terkait irigasi, pola tanam dan peralatan yang mereka butuhkan," katanya.

Pemerintah provinsi terus berusaha untuk memacu dan mendorong masyarakat agar terus mengelola sawah ini dengan tehnik yang baik dan tepat.

"Mungkin rencana kita akan tanamkan padi dan jagung, kalau sekarang padi masih baru, belum begitu tampak hasilnya, makanya kita lihat apa yang perlu dibenah dan didorong," katanya.

Sementara itu, Kabid Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Kemas Arfani Rahman mengatakan peserta sekolah lapang ini berjumlah 50 orang.

"Ini mulai kita gerakan lagi sawah ini melalui sekolah lapang pada Juli 2021, terdiri dari 25 kelompok, satu kelompok itu ada 2 orang, ini semua dari masyarakat Paya Benua," kata Kemas.

Sekolah lapang ini proses pembelajaran untuk mengelola lahan, menanam, dan memelihara hingga pemanenan.

"Harapannya masyarakat dari yang tidak mau menjadi mau, dari tidak bisa menjadi bisa. Sekolah lapang ini tidak hanya dari kita tetapi dari stakeholder lain, kita saling sinergi," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved