Breaking News:

Berita Bangka Barat

Gelar Penyuluhan Hukum ke Sekolah, Kejari Bangka Barat Ingatkan Bahaya Narkotika

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menggelar kegiatan penyuluhan hukum, Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke SMP N 1 Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. 

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Ist/Kejari Bangka Barat).
Penyuluhan hukum yang digelar oleh Kejari Bangka Barat di SMPN 1 Parittiga, Rabu (10/11/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat menggelar kegiatan penyuluhan hukum, Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke SMP N 1 Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. 

Kegiatan yang juga termasuk dalam program Jaksa Peduli Anak juga diselenggarakan bersama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat. 

Kepala Seksi Intelijen Mario Nicolas yang hadir mewakili Kajari Bangka Barat Helena Octavianne, melakukan penyuluhan terkait kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkotika dan teknologi informasi. 

"Agar para siswa dan siswi belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh, selalu menjaga diri dari setiap tingkah laku yang melanggar hukum, menghormati dan menghargai para guru dan orang tua serta bersikap sopan santun terhadap mereka," ujar Helena Octavianne, Rabu (10/11/2021). 

Helena mengatakan maraknya penyimpangan generasi muda, dapat membahayakan keberlangsungan bangsa dikemudian hari. 

"Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Perlu dilakukan upaya preventif dengan cara melakukan sosialisasi, tentang bahaya narkoba bagi generasi bangsa termasuk bagi kalangan pelajar yang saat ini menjadi target bagi para pengedar narkoba," tuturnya. 

Mengantisipasi hal tersebut para guru selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua memiliki peran penting untuk sigap dan waspada akan bahaya narkoba. 

"Mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut. Sehingga harapan kita untuk melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh, di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik," ucapnya. 

Sementara itu Helena Octavianne berharap dilaksanakannya penyuluhan hukum, agar para siswa dapat memahami dan membagikan pengetahuannya akan bahaya narkoba dan penyalahgunaan teknologi informasi. 

"Secara langsung serta dapat memperkuat karakter siswa-siswi, dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. Serta yang paling utama yaitu mampu memahami peraturan hukum yang berlaku sejak dini, guna terhindar dari hukuman," jelasnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved