Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

TPP ASN Dipotong Otomatis, Telat Absen dan Tidak Laporan e-Kinerja

Bupati Belitung Timur Burhanudin resmi melaunching program e-Kinerja bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Selasa (9/11).

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Bryan Bimantoro
Bupati Burhanudin saat memukul gong tanda peresmian e-Kinerja, Selasa (9/11). 

MANGGAR, BANGKA POS - Bupati Belitung Timur Burhanudin resmi melaunching program e-Kinerja bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Selasa (9/11).

Dia menyadari bahwa kebijakannya itu banyak ditentang oleh pegawainya. Burhanudin menegaskan berani mengambil kebijakan itu demi meningkatkan kinerja para ASN dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan para ASN sekarang ini sudah terlalu lama berada di zona nyaman. Bahkan katanya ada ASN yang bekerjanya setengah-setengah namun tunjangan penghasilan atau TPP sama dengan pegawai yang bekerja maksimal.

"Ini tidak bisa kita biarkan begini. Kita mau berubah menuju yang lebih baik. Saya ingatkan kepada 2.694 ASN di Belitung Timur, ini tanggung jawabnya bukan ke bupati, tapi ke rakyat dan negara. Jadi harus benar-benar bekerja sesuai tupoksi," tegas Burhanudin ditemui wartawan usai acara.

Burhanudin menjelaskan sistem e-Kinerja ini bisa memantau pekerjaan para ASN setiap harinya. Mereka nantinya bakal melaporkan kegiatan pada hari itu untuk dimasukkan dalam sistem. Termasuk di dalamnya adalah absensi pergi dan pulang yang harus tepat waktu.

Jika telat absen dan tidak rutin laporan ke sistem, maka akan ada pengurangan TPP yang nanti langsung dipotong dari sistem.

Baca juga: Bagaimana Aturan Mengenai PNS yang Berpoligami? Inilah Syarat Lengkap  yang Harus Dipenuhi

Baca juga: Daftar Gaji PPPK dan PNS Oktober 2021, Lengkap dengan Tunjangan Semua Golongan

Baca juga: Spesialis Curat Didor Polisi, Pelaku Beraksi di 21 Lokasi Kota Pangkalpinang dan Bangka

Saat ditanya bagaimana dengan guru di pulau-pulau yang punya keterbatasan akses, Burhanudin bilang BKPSDM sudah menyiapkan pengecualian.

"Tentu ada pengecualian bagi mereka yang memang keadaan tidak memungkinkan seperti di pulau. BKPSDM sudah menyiapkan skema-skema yang nantinya diterapkan. Mulai dari pengurangan TPP sampai yang paling fatal bisa dinon-jobkan. Ini ketegasan kami," kata Burhanudin.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Belitung Timur Yuspian mengatakan program ini bakal berjalan efektif mulai Januari 2022 beserta dengan penerapan sanksi-sanksinya. Dari sekarang sampai Desember nanti menurutnya proses simulasi dan sosialisasi kepada para pegawai agar nanti bisa menghitung sejauh mana kinerja dan perhitungan TPP-nya.

"ASN bekerja selama delapan jam. Dalam sistem disebutkan bahwa minimal harus bekerja selama lima jam dengan tiga jam istirahat. Jadi mereka harus buat laporan kinerja yang memenuhi waktu minimal tersebut," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved