Breaking News:

AHY Angkat Bicara: Sejak Awal Mencium Gelagat Moeldoko yang Gemar Pamer Kekuasaanya Sebagai KSP

AHY pun menilai, hasutan dan pamer kekuasaan tersebut tidak hanya akan mencoreng nama baik presiden sebagai atasan Moeldoko....

Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 

BANGKAPOS.COM -- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebut telah mencium adanya gelagat Moeldoko yang gemar pamer kekuasaan sebagai Kepala Staf Presiden (KSP ).

Hal itu disebut AHY saat angkat bicara soal ditolaknya permohonan judicial review AD/ART Partai Demokrat yang diajukan pihak Moeldoko, di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/11/2021).

"Sejak awal pula kami telah mencium gelagat pihak KSP Moeldoko yang gemar 'memamerkan' kekuasaannya, dengan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP)," kata AHY dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/11/2021).

Lebih lanjut AHY menyebut ia telah mendapatkan laporan bahwa para penggugat sangat yakin bisa memenangkan gugatannya ini karena adanya faktor kekuasaan.

Yakni kekuasaan yang dimiliki Moeldoko sebagai KSP, sehingga mereka yakin gugatannya akan diterima oleh Mahkamah Agung.

Baca juga: Janda Anak Satu Ini Tetap Bahagia Meski Bujang Lapuk yang Menikahinya Tak Sanggup Berdiri

Baca juga: Ciri-Ciri Uang Rp 2000 Langsung Dibayar Rp 3 Juta Per Lembar, Cek Nomor Seri Uangmu!

Baca juga: Buruan Ajukan Pinjaman BRI Rp50 Juta Tanpa Jaminan dan Biaya Administrasi, Ini Syaratnya!

Hotman Paris Sampai Ciut dengan Sosok Pria Muda ini, Harta Ratusan Miliar Bikin Keder: Ampun!

"Saya mendapatkan laporan, bahwa setelah beberapa kali dibriefing oleh KSP Moeldoko di kediamannya, para penggugat sangat yakin bahwa faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan permainannya dan gugatannya akan diterima oleh Mahkamah Agung," terang AHY.

Ketua umum Partai Demokrat AHY dalam konferensi persnya secara virtual di YouTube Partai Demokrat, Rabu (10/11/2021)
Ketua umum Partai Demokrat AHY dalam konferensi persnya secara virtual di YouTube Partai Demokrat, Rabu (10/11/2021) (Tangkapan Layar Youtube Partai Demokrat)

AHY pun menilai, hasutan dan pamer kekuasaan tersebut tidak hanya akan mencoreng nama baik presiden sebagai atasan Moeldoko.

Namun juga akan menabrak etika politik, moral, dan merendahkan supremasi hukum di Indonesia.

"Hasutan dan pamer kekuasaan seperti ini tidak hanya mencoreng nama baik Bapak Presiden, selaku atasan langsung beliau, tetapi juga menabrak etika politik, moral, serta merendahkan supremasi hukum di Tanah Air," tegas AHY.

Sidang Lanjutan PTUN, Demokrat dan Kemenkumham Hadirkan Saksi Ahli

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved