Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Cegah Defisit Capai Rp500 Miliar, Komisi II DPRD Babel Bakal Pangkas Dana Kegiatan Ini

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2022 sedang dalam proses pembahasan Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel). Pembahasan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Ketua Komisi II DPRD Bangka Beitung, Adet Mastur di ruang kerjanya, Kamis (11/11/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2022 sedang dalam proses pembahasan Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel). Pembahasan itu dilakukan bersama para mitranya.

Mitra Komisi II DPRD Babel berjumlah delapan mitra, rinciannya yakni enam organisasi perangkat daerah (OPD) dan dua biro.

"Pembahasan dengan dua biro sudah selesai, yakni Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, anggaran sangat minim, hanya Rp400 lebih juta dan Biro Layanan itu untuk pengadaan, anggaran Rp1 miliar lebih," ujar Ketua Komisi II DPRD Bangka Beitung, Adet Mastur, Kamis (11/11/2021).

Sementara itu dalam pembahasan dengan Pihak Dinas Koperasi dan UMKM, ditafsir menelan anggaran Rp13 miliar, dirincikan Rp8 miliar untuk gaji dan tunjangan dan Rp4 miliar untuk belanja publik.

"Paling besar dimitra kita yakni Bakuda, memakan anggaran Rp500 miliar lebih, banyak bantuan-bantuan termasuk ke kabupaten-kota. Beberapa dinas sebagai mitra belum dilakukan pembahasan atau pemangkasan," katanya.

Diakuinya, rancangan APBD 2022 saat ini mengalami defisit sekitar Rp500 miliar. "Kami ini sekedar mengetahui mana rencana yang akan kami pangkas, nanti baru disampaikan saat rapat anggaran, dari masing-masing OPD yang mitra kita. Nanti akan dilakukan pemangkasan, yakni dibedakan kegiatan yang penting dan tidak penting," katanya.

Dia juga menyebutkan anggaran yang dipangkas yakni adalah anggaran yang tidak menyentuh masyarakat atau tidak perlu. "Target kita dari defisit Rp500 miliar, yang akan kita pangkas kurang lebih Rp300 miliar, ini butuh kehati-hatian, karena syarat mengalami desifit maksimal 6 persen dari APBD, kita sudah melebihi, jadi imbangnya defisit nanti diangka Rp100 miliar lebih, jadi dianggaran perubahan bisa ditutupi oleh SILPA tahun ini," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

 
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved