Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Jangan Tunda Pengobatan Gigi Jika Tak Ingin Merusak Organ Tubuh Lain

Rongga mulut adalah gerbang utama masuknya makanan, obat-obatan dan juga pintu masuknya kuman dan bakteri sehingga berpengaruh terhadap kesehatan tubu

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Dokter Gigi RS KIM yang diwakili drg Vivin Dewindra saat Fit Talk Bangka Pos, Rabu (10/11). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Rongga mulut adalah gerbang utama masuknya makanan, obat-obatan dan juga pintu masuknya kuman dan bakteri sehingga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh lainnya.

Demikian disebutkan Dokter Gigi Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (KIM) drg Vivin Dewindra saat live streaming bareng Fit Talk Bangka Pos, Rabu (10/11) dengan tema kesehatan mulut dan gigi di era pandemi Covid-19.

Kata Vivi, jika kuman dan bakteri yang tidak baik lebih banyak masuk ke dalam rongga mulut maka akan masuk ke pembuluh darah kemudian masuk ke organ-organ tubuh lainnya, seperti jantung dan paru-paru.

"Kesimpulannya, kesehatan mulut dan gigi itu akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh menyeluruh. Lalu yang kedua kesehatan gigi dan mulut juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang," ujar Vivi.

Menurutnya, sebagaimana diketahui gigi itu adalah struktur yang paling penting dalam rongga mulut dan lebih banyak fungsinya.

"Pertama pengunyahan ketika kita makan dan mengunyah dengan baik maka makanan yang terserap oleh sistem pencernaan kita dengan baik, sehingga nutrisinya cukup, lalu dengan mengunyah dapat merangsang kelenjar liur," bebernya.

Baca juga: Deteksi Diabetes Sejak Dini, Fit Talk Bersama Dokter RS KIM

Baca juga: Jalan 30 Menit Jaga Tulang dan Sendi Tetap Sehat, Fit Talk Bersama Dokter RS KIM

Baca juga: Bukan Digoreng, dr Zaidul Akbar Ungkap Cara Sehat Makan Tempe, Ampuh Sembuhkan Penyakit

Kata Vivi, gigi juga berpengaruh pada psikologis manusia sebab jika gigi tidak ada itu akan berdampak pada kepercayaan diri yang bepengaruh terhadap aspek sosialnya.

"Malas berinteraksi sama orang, malas berkomunikasi sama orang lain karena malu enggak punya gigi atau malu karena sebenarnya dia merasa kayak agak bau mulut akhirnya takut untuk berbicara dengan orang," tuturnya.

Dia menyebut, kalau ada masalah dengan kesehatan gigi dan mulut jangan ditunda pengobatannya. Jika pemeriksaan ditunda itu akan menyebabkan perluasan dari infeksi dan berpengaruh pada gigi lainnya.

"Seperti harusnya di awal giginya masih bisa ditambal nih karena belum menjalar ke syaraf. Jadi di dalam gigi itu ada namanya pulpa atau biasanya orang awam sebutannya syaraf gigi. Nanti kalau gigi berlubanga sudah sampai syaraf itu yang bikin sakit, kalau sudah sampai ke dalam tidak bisa lagi ditambal," jelasnya.

Untuk kehilangan satu gigi saja kata Vivi, sebetulnya rugi banget, apalagi di usia yang masih muda. Sebab peluang untuk tumbuh gigi hanya dua kali saat kecil dan menggantikan gigi kecil itu.

"Sebenarnya mau pandemi atau tidak menjaga kesehatan gigi sama saja, kalau pandemi ini kita mencegah penumpukan plak yang terbentuk dari sisa-sisa makanan, makanya setelah makan kita diwajibkan untuk berkumur menyikat gigi juga bagus tapi keseringan menyikat gigi juga tidak baik," tuturnya.

Dia menuturkan, menyikat gigi diwajibkan dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

"Sebaiknya menyikat gigi itu baiknya 30 menit setelah makan, cuma rata-rata mungkin malas menunggu. Karena di saat kita setelah makan itu pH mulut kita berubah menjadi asam," ucapnya. (t2)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved