Breaking News:

Berita Bangka Barat

Jatuh dari Pohon 10 Meter, Malindo Terkulai Lemah, Kejari Babar Fasilitasi Jaminan Kesehatan

Sekitar satu bulan lamanya Malindo Aditya Prayoga (18) harus terbaring di tempat tidur, usai mengalami insiden terjatuh dari pohon setinggi 10 meter

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Kajari Bangka Barat Helena Octavianne, (tengah) bersama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bangka Barat Anugrah Maha Putra, saat berada di Kantor Kejari Bangka Barat, Kamis (11/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekitar satu bulan lamanya Malindo Aditya Prayoga (18) harus terbaring di tempat tidur, usai mengalami insiden terjatuh dari pohon setinggi 10 meter yang membuat sarafnya terjepit. 

Dengan luka tersebut, Malindo perlu mendapatkan penanganan medis guna menghindari kian parahnya luka yang bahkan kini sudah terdapat koreng di bagian bokong. 

Sahabat korban, yakni Gilang Halipit Adijasa pun membeberkan kondisi korban saat ini yang merupakan warga Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

"Saat ini masih di rumah, dari pinggang sampai kaki gak bisa digerakkan. Karena pas jatuh ada penyempitan saraf, jadi tulang ngejepit saraf jadi dia gak dapat tenaga. Di rumah cuma bisa baring doang, dan itu pun harus beralas triplek biar pinggangnya gak bengkok karena kalau gerak dikit aja sakit," ujar Gilang saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (11/11/2021). 

Namun saat ini kabar baik pun datang usai Malindo akan mendapatkan penanganan di RSUP Bangka Belitung, berkat sejumlah bantuan diterima dari berbagai pihak. 

"Sangat senang di support dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Bu Helena Octavianne, Pemerintah Bangka Barat, lalu juga ada bu Melati Erzaldi. Rencana besok berangkat, ke RSUP untuk penanganan medisnya," tuturnya. 

Lebih lanjut Kejari Bangka Barat yang juga turut membantu, usai hanya mendapatkan laporan melalui pesan singkat dari masyarakat terkait peristiwa yang menimpa Malindo. 

Namun walaupun hanya mendapatkan laporan dari pesan singkat, Kejari Bangka Barat langsung menanggapi dengan serius dan profesionalisme. 

Tak tanggung-tanggung Kejari Bangka Barat juga mengundang pihak RSUD Sejiran Setason dan BPJS Kesehatan Cabang Bangka Barat, guna memaksimalkan pelayanan terutama kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bangka Barat khususnya. 

"Kami ini mencoba memfasilitasi, karena saya mikir pelayanan fasilitas ke masyarakat itu harus cepat. Karena semua berhubungan dengan hukum, mau sebelum lahir ataupun sesudah mati. Kalau dibilang ini masalah BPJS atau kesehatan, kan ada hukumnya juga," ucap Helena Octavianne

Sementara itu Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Anugrah Maha Putra terkait pembayaran pihaknya mengatakan akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan

"BPJS kalau sesuai prosedur dan aktif kepersertaanya, itu bisa dijamin. Ini juga  karena UHC (Universal Health Coverage) di Pemkab Bangka Barat, jadi tunjuk kartu keluarga saja akan otomatis terdaftar di BPJS," kata Anugrah. 

Selain itu dengan penanganan di RSUP Bangka Belitung, hal ini didapatkan juga berdasarkan rujukan dari RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. 

"Itu harus dibawa ke RSUP agar bisa ditangani, jadi ini akan kami rujuk ke RSUP karena disana ada dokter bedah syaraf," ungkap Plt Dirut RSUD Sejiran Setason, Dr Rudi. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved