Breaking News:

Berita Kriminal

Keributan di Rumah Dinas Gubernur, Megajayana Kabur ke Sulawesi, Akhirnya Ditangkap  

Delapan tahun menjadi buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Megajayana (34), seorang pelaku penganiayaan di Ka

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: Fery Laskari
istimewa
Pengamanan terhadap Megajayana (34) di Sulawesi Tengah (Ist/Kejati Babel) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Delapan tahun menjadi buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Megajayana (34), seorang pelaku penganiayaan di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 2010 silam, akhirnya ditangkap.

Megajayana (34) menjadi buron pasca melarikan diri pada Tahun 2013 silam dan bersembunyi di Desa Baka Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Johnny William Pardede menyatakan Megajayana (34) dinyatakan sebagai buronan setelah dinyatakan sebagai terpidana atas kasus penganiayaan terhadap MH di Parkiran Rumah Dinas Gubernur Babel pada Sabtu (5/6/2010) siang Pukul 22.00 WIB.

"Setelah dinyatakan bersalah dan dipidana, Megajayana tidak menjalankan masa pidananya dan malah melarikan diri ke Sulawesi Tengah. Hingga akhirnya Tim Tangkap Buronan Kejati Babel dan Tim Intelijen Kejari Pangkalpinang bersama Intelijen Kejari Banggai Laut, Polresta Banggai Kepulauan, Kejari Luwuk dan Polresta Luwuk berhasil mengamankan Megajayana di Jalan Bukit Trikora, Desa Baka Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah tanpa perlawanan," ujar Johnny William Pardede, Jumat (12/11/2021).

Johnny menambahkan, Megajayana saat ini dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Luwuk di Sulawesi Tengah lantaran masih mempunyai anak yang masih kecil yang berusia empat bulan.

Johnny menceritakan Megajayana (34) disangkakan pada Pasal 351 Ayat 1 KUHP, tindak pidana penganiayaan yang dilakukannya terhadap MH setelah sempat cekcok mulut di Parkiran Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

"Informasinya adalah keduanya yaitu Megajayana dan MH sempat cekcok usai menghadiri pertemuan di Rumah Dinas Gubernur Babel pada Tahun 2010 lalu. Setelah cekcok, ada penganiayaan di mana terpidana (Megajayana -red) langsung menarik jilbab MH hingga terlepas dan memukul ke arah kepala MH dengan menggunakan tangan yang mengepal sehingga MH mengalami luka-luka memar," ucap Johnny.

Sebelum melarikan diri ke Sulawesi Tengah, Johnny menyatakan jika Megajayana (34) sempat menghadiri pembacaan tuntutan pidana oleh Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang pada 8 Maret 2011 dan dinyatakan bersalah.

Selain itu berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada 17 Maret 2011, Megajayana dinyatakan terbukti sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan dijatuhi pidana penjara selama tiga bulan.

Kendatipun sempat melakukan kasasi pada 27 Juni 2011 lalu, Megajayana tetap dinyatakan bersalah dan kasasi ditolak. Hingga akhirnya melarikan diri dan tak menjalankan pidana yang telah diputuskan. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved