Breaking News:

Berita Kriminal

Mantan Pimpinan BPRS Toboali Diadili, Ditemukan Pembiayaan Melanggar SOP

Hasil  investigasi Direksi PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Tahun 2008 hingga 2009 banyak pembiayaan di BPRS Cabang  Toboali yang melanggar s

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Mantan Direksi PT BPRS, Jumali, usai memberikan  kesaksian di Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Jumat (12/11/2021) sore. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Hasil  investigasi Direksi PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Tahun 2008 hingga 2009 banyak pembiayaan di BPRS Cabang  Toboali yang melanggar standar operasional prosesdur (SOP).

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Direksi PT BPRS Babel, Jumali ketika menjadi saksi dalam perkara Terdakwa Effriansyah, Mantan Pimpinan BPRS Cabang Toboali dan Debitur, Nazwien Nadjamuddin alias Nazwin.

"Hasil investigasi tim di Tahun 2008-2009 banyak pembiayaan di BPRS Toboali yang melanggar SOP," kata Jumali saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Jumat (12/11/2021) sore.

Sidang perkara korupsi ini dipimpin, Ketua Majelis Hakim, Iwan Gunawan. Sidang diikuti oleh jaksa penutut umum (JPU) dan sejumlah penasehat hukum (PH) terdakwa.

Sementara itu pasca adanya temuan pelanggaran SOP tersebut, Jabatan Effriansyah sebagai Pimpinan BPRS Cabang Toboali dicopot. Dirinya dimutasikan ke Kantor Pusat BPRS Babel.

"Setelah ditemukan banyaknya pelanggaran pembiayaan itu, yang bersangkutan (Effriansyah -red) dikenakan sanksi pencopotan dan ditempatkan di kantor pusat," kata Jumali.

Kendati terbukti adanya pelanggan pembiayaan, namun pihak direksi tidak melaporkan hal tersebut ke aparat penegak hukum (APH). Alasanya, saat itu Effriansyah berjanji akan bertanggung-jawab atas pembiayaan ini.

"Alasannya, Ef (Effriansyah -red ) ini  masih bertanggung-jawab dan intens untuk menyelesaikan pembiayaaan tersebut. Namun sampai saat tidak juga diselesaikan makanya mungkin sampai ke persidangan ini," lanjut Jumali.

Alasan lain, Pihak BPRS khawatir pelaporan terhadap Effriansyah ke APH, berimbas pada menurunnya kepercayaan masyarakat (nasabah). Apalagi, saat itu kata Jumali, pertumbuhan BPRS sedang membaik.

"Bank ini dalam pertumbuhan yang sangat baik. Jadi takutnya berdampak ke masyarakat, untuk itu kita melakuakn pendekatan ke keluarga dan tidak melaporkan hal itu," katanya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved