Breaking News:

Berita Kriminal

Mantan Pincab BRI Pangkalpinang Dituntut Enam Tahun Penjara, Jaksa Yakin Terdakwa Bersalah

Ardian Hendri Prasetyo, Mantan Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Pangkalpinang, dituntut pidana enam tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangka

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Majelis hakim yang memeriksa perkara Terdakwa Ardian. (Bangkapos.com) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ardian Hendri Prasetyo, Mantan Pimpinan Cabang (Pincab) BRI Pangkalpinang, dituntut pidana enam tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang yakin, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor), pemberian fasilitas kredit modal kerja (KMK).

Selain itu Ardian, juga dikenakan denda sebesar Rp500.000.000, ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Kejari Pangkalpinang, Ricca Yulisnawati didampingi rekannya Eko, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Jumat (12/11/2021) sore tadi. Sidang dipimpin, Ketua Majelis Hakim, Iwan Gunawan.

"Bedasarkan uraian tersebut kami penuntut umum meminta supaya majelis hakim yang memeriksa dan  mengadili perkara ini menyatakan Terdakwa Ardian Hendri Prasetyo alias Ardian, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara," tegas JPU Ricca dalam tuntutannya saat sidang, Jumat (12/11/2021) sore tadi.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa pidana penjara selama enam tahun, denda sebesar Rp500 juta rupiah, di mana jika denda tersebut tidak di bayar maka di ganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,"tambah JPU Ricca.

Ada pun hal hal yang memberatkan terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas praktik korupsi kolusi nepotisme (KKN), tidak menunjukan rasa penyesalan, bahkan apa yang dilakukan terdakwa seolah adalah benar.

"Adapun hal hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas KKN. tidak menunjukkan rasa penyesalan atas perbuatannya, terdakwa merasa perbuatannya adalah benar. Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum dan koperatif. Bersikap sopan dalam penyidikan sampai tahap persidangan," katanya.

Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukum untuk menanggapi tuntutan tersebut. "Saudara terdakwa dan penasehat hukum punya hak untuk menyampaikan pembelaan baik secara lisan maupun tertulis,"kata Iwan.

"Terima kasih yang mulia, nanti tanggapan dan pembelaan kami terhadap tuntutan jaksa tadi akan kami sampaikan secara tertulis pada sidang selanjutnya," kata Terdakwa Ardian, diwakili penasihat hukumnya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved