Breaking News:

Video

Cegah Kasus dan Kematian Akibat DBD, Tim Gabungan Lakukan Fogging di Kecamatan Muntok

Satu orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah (DBD), membuat sejumlah langkah pencegahan dilakukan termasuk fogging di tiga daerah di Kecamatan Mun

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah (DBD), membuat sejumlah langkah pencegahan dilakukan termasuk fogging di tiga daerah di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Kegiatan fogging dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bangka Barat, Dinas Kesehatan Bangka Barat dan Puskesmas Muntok dengan menyasar Kelurahan Tanjung, Kampung Tegalrejo Kelurahan Sungai Baru dan Kampung Kebon Jati Kelurahan Keranggan.

Diketahui sepanjang 2021 dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, terdapat 55 kasus DBD yang tersebar di enam Kecamatan di Kabupaten Bangka Barat.

Namun untuk kasus kematian akibat DBD, terdapat satu orang yang meninggal dunia pada Rabu (10/11/2021) lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Ahmad Nursyandi mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah langkah pencegahan termasuk penerapan fogging.

"Kita melihat akhir-akhir ini kondisi cuaca tidak menentu, jadi berapa hari hujan berapa hari panas. Ini merupakan cuaca yang bagus untuk perkembangbiakan nyamuk, jadi Bupati minta jangan sampai meluas DBD jangan sampai timbul kasus baru atau tingkat kematian baru," ujar Sandi, Minggu (14/11/2021).

Sejumlah langkah pencegahan dengan menerapkan 3 M (Menguras, Membersihkan dan Menutup) penampungan air, dikatakan Sandi harus diperhatikan masyarakat agar terhindar dari DBD.

"Ini bisa jadi tempat perkembangbiakan jentik, lalu juga jangan lupa sarang nyamuk seperti ini kita matikan juga. Kalau fogging ini untuk mematikan nyamuk aides yang dewasa, jadi mudah-mudahan upaya ini bisa mencegah meluasnya wabah DBD. Kami harapkan kecamatan lain, juga bisa melakukan hal yang sama," tuturnya.

Selain itu terkait penggunaan abate untuk membasmi jentik nyamuk, masyarakat dapat dengan mudah memperolehnya dengan mendatangi puskesmas terdekat.

"Kalau abate sekarang ini kami bagikan gratis ke rumah-rumah, kalau misal masyarakat mau menggunakan abate silahkan menghubungi Puskesmas setempat. Jadi dengan abate ini jentik-jentik nyamuk bisa mati, jadi tidak sempat menjadi nyamuk dewasa," ucapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved