Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Jumlah Pasien Covid-19 Bergejala Terus Menurun, Kadinkes Sebut Efek Vaksinasi Mulai Terasa  

Jumlah Pasien Covid-19 bergejala di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di  Pangkalpinang terus menurun. Bahkan sempat beberapa rumah sakit tak lagi

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona Baru 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jumlah Pasien Covid-19 bergejala di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di  Pangkalpinang terus menurun. Bahkan sempat beberapa rumah sakit tak lagi merawat pasien covid atau nol pasien. Seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, saat ini hanya merawat satu pasien Covid-19 bergejala.

Demikian disebutkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, Muhammad Fauzan. Kata Fauzan bahkan beberapa hari kemarin sempat nol pasien.

Kendati demikian pihaknya tetap menyediakan 17 ruangan perawatan Covid-19 di rumah sakit. "Kita beberapa minggu kemarin bahkan sempat kosong, sekarang hanya ada satu pasien saja, semua ruangan masih kita siapkan bahkan disaat pasien kosong seperti ini waktunya kita berbenah, kita sterilisasi ruangan," ujar Fauzan kepada Bangkapos.com, Senin (15/11/2021).

Begitu pula Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, juga hanya merawat empat pasien bergejala saja.

Bagian Informasi Data Covid-19 RSBT Kota Pangkalpinang dr Febry menyebut hingga hari ini, Senin (15/11) tersisa empat pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 di RSBT.

Menurutnya, tren menurunnya pasien di rumah sakit ini sudah menurun sejak akhir Agustus lalu. "Semoga kasus kita terus melandai. Alhamdulillah sekarang tidak sampai menunggu lagi di UGD, jadi pasien yang masuk langsung bisa masuk ruang rawat inap tanpa mengantri lagi di UGD. Sampai saat ini hanya 4 pasien bergejala saja yang dirawat di RSBT," kata Febry.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut tren menurutnya kasus bergejala juga sebagai bukti efek vaksinasi yang sudah mulai terasa.

Kata Hakim, banyak warga sudah divaksinasi Covid-19 sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity mulai terbentuk. Efeknya, kondisi pasien Covid-19 kini tak bergejala berat. "Pasien yang ada saat ini kondisinya tidak terlalu berat, kenapa terjadi seperti itu? Karena sebagian besar masyarakat sudah terpapar," jelasnya.

Menurutnya, efek vaksinasi Covid-19 juga bisa jadi membuat warga yang terinfeksi virus covid-19 tak merasa sakit yang begitu parah lagi. "Mungkin beberapa masyarajat sudah terpapar semua, cuma tidak sakit, efek dari vaksinasi yang gencar sekali kami lakukan di Kota Pangkalpinang itu terasa pasti, antigenitas timbul dalam tubuh setiap orang," tambahnya.

Meski begitu, Hakim tidak menganjurkan masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Dia mengingatkan warga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan.

"Meski begitu masyarakat melakukan prokes (protokol kesehatan) yang benar, pakai masker, 5M (memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak), kemudian 3T (tracing, testing, dan treatment) dilakukan," jelasnya.

Sementara itu seiring pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang makin masif dan disiplin protokol kesehatan, Hakim berharap penularan Covid-19 bisa terus menurun. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved