Breaking News:

Berita Kriminal

Sidang Korupsi Terdakwa Redinal ! Hakim Pertanyakan Soal Satu SHM Tapi Ada Dua Nama 

Status kepemilikan sejumlah objek tanah dan bangunan yang diangunkan dalam kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Kantor Cabang BR

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com
Terdakwa Redinal, saat menjalani sidang secara virtual. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Status kepemilikan sejumlah objek tanah dan bangunan yang diangunkan dalam kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Kantor Cabang BRI Pangkalpinang, tumpang tindih. Adanya status kepemilikan ganda tanah dan bangunan tersebut terungkap pada sidang Terdakwa Redinal, di Pengadilan Negeri PHI/Tipiko Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Senin (15/11/2021)

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim,  Iwan Gunawan didampingi dua Hakim Anggota ,MHD Takdir dan Warsito. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang, EKo menghadirkan Saksi Ahli dari BPN Pangkalpinang, Warsita

Di persidangan terkuak, ada dua nama pemilik di antara tanah dan bangunan yang diajukan Terdakwa Redinal ke Kantor BRI Pangkalpinang, yakni nama Direktur CV Hayxellindo Putra Jaya (CV HPJ) Firman alias Asak dan Ika, istri  Terpidana Sugianto alias Aloy.

Terdakwa Redinal merupakan Acount Officer (AO) Kantor Cabang BRI Pangkalpinang, yang memprakarsai dan menaksir harga anggunan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 222.

Objek SHM berupa tanah dan bangunan yang ditaksir AO Redinal Rp1.031.000.000, berada di Kawasan Tumbal Petar, Kabupaten Bangka Barat. "Jadi untuk SHM Nomor 222 itu tanah dan bangunannya dimiliki dua orang yaitu Ika istri Aloy dan Firman dan ditaksir oleh AO Redinal tanah plus bangunan Rp1,031.000.000," kata JPU Eko.

Menurut Eko, ada upaya AO Redinal menjadikan objek anggunan tanah dan bangunan tersebut supaya bernilai tinggi.

Pasalnya, bangunan yang menjadi objek anggunan belum sepenuhnya selesai. Hal ini terkuak saat, tim JPU turun ke lokasi objek anggunan. "Bangunan yang diagunkan itu belum selesai sepenuhnya. Namun ada upaya AO Redinal ini untuk menjadikan nilai anggunan menjadi tinggi," jelasnya.

Belum rampungnya bangunan yang menjadi objek anggunan juga diakui saksi Warsita. Menurut Warsita, dari bangunan tersebut baru tampak atap dan dinding saja. Sementara jendela, pintu dan lainnya belum terlihat. "Waktu saya survei ke lapangan banguan itu baru ada atap dan dindingnya saja, kalau yang lain lain belum ada,"kata Warsita.

Sementara itu, Hakim Anggota MHD Takdir, mengira jika objek bangunan yang dianggunkan tersebut milik Terpidana Firman, sehingga otomatis tanah tersebut juga milik Firman.

Sebab jika tidak, apalagi ada dua nama dalam SHM tersebut maka akan terjadi keributan. "Logika awal kalau bangunan itu punya firman otomatis tanah juga  punya Firman, itu logika saya. Ini  tanahnya punya Ika Istri Aloy, bangunannya punya Firman. Dan itu juga dijadikan anggunan untuk pinjaman. Logika saya pasti ribut," katanya.

Dalam sidang tersebut, MHD Takdir tidak sependapat dengan saksi ahli dari BPN yang tidak mempersoalkan adanya nama ganda dalam status kepemilikan SHM yang dianggunkan tersebut. "Bagaimana kalau menurut pendapat saksi, apakah bisa ada dua nama di satu SHM, kalau logika saya pasti ribut dan tidak ada yang mau. Tapi kok ini bisa," katanya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved