Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Konsisten Tangani Covid-19, Dinkes Babel Gelar Sosialisasi Pemberdayaan LP/LS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) tentang Covid-19

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) tentang Covid-19 di Bangka Belitung di Hotel Bangka City, Selasa (16/11/2021). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) tentang Covid-19 di Bangka Belitung. Acara dilaksanakan di Hotel Bangka City, Selasa (16/11/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) yang ada di Pangkalpinang. Sebelumnya, kegiataan serupa telah digelar untuk Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) di kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Bangka Selatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Kepulauan Babel, dr Hastuti mengatakan selanjutnya akan digelar juga untuk Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) di Pulau Belitung pada pekan depan.

"Ini kegiataan dalam memberdayakan lintas sektor dan lintas program terkait penanganan Covid-19, satu agenda yang sama tetapi sasaran yang berbeda," ujar dr Hastuti disela-sela acara.

Dia menjelaskan untuk lintas program itu membahas vaksinasi untuk kelompok khusus seperti lansia, remaja, dan ibu hamil. Sementara untuk lintas sektor diberikan pemahaman terkait penerapan protokol kesehatan.

"Kita mengharapkan penangggulangan penyakit tidak hanya Covid-19, secara keseluruhan ada keterlibatan sektor secara mandiri, dan lintas program biasanya ada di P2P, kita ingin terkait dengan vaksinasi itu ikut terlibat, sehingga dapat terintegrasi dengan baik," katanya.

Diakuinya, pada akhir tahun 2021 ini, kasus Covid-19 mulai melandai, namun dengan adanya kegiatan ini tetap memberikan kehati-hatian agar tidak ada lonjakan kasus.

"Alhamdulillah memang sudah mulai melandai, kita berharap dengan pertemuan ini, kita diingatkan kembali bahwa ke depan masih menjadi tantangan. Kita tetap harus sinergi. Kita berharap masyarakat terlibat dan pengelola program bisa memahami peran yang bisa kita kontribusi untuk menangani Covid-19 di instansi masing-masing," katanya.

Sementara, Kasi Kedaruratan BPBD Babel Hardiansyah menjelaskan Covid-19 adalah bencana non alam. "Tidak hanya bencana Covid-19 yang menyerang kita, tetapi ada juga bencana hidrometeorologi, jadi ancaman kita ada dua bencana. Maka penting bagi kita untuk memperkuat kapasitas kita, terdiri dari unsur pemerintahan dan dunia usaha," katanya.

Dia menambahkan upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi kegiatan berkerumunan dan meningkatkan kapatuhan protokol kesehatan yang 3M.

"Sekarang ini kami melihat sudah banyak tempat usaha tidak menyediakan tempat cuci tangan dengan tepat, tempatnya ada, kadang sabun tidak ada atau airnya tidak ada, ini perlu menjadi perhatian. Maka kami akan melakukan koordinasi antar instansi," katanya.

Mengenai ini, dia merasa sanksi memang perlu diberikan kepada pelanggar atau yang tak mengindahkan protokol kesehatan. "Kita punya Perda dan SE gubernur mengatur terkait ini, di Perda Nomor 10 Tahun 2021 memang ada sanksi, tapi saat ini memang belum ada sanksi, karena memang perlu koordinasi antar instansi mengenai hal ini," katanya.(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved