Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Lakukan Survei Serologi ke 1.000 Warga untuk Melihat Kekebalan Antibodi Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung bakal melakukan test terhadap 1.000 warga secara acak. 

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Andri Nurtito. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung bakal melakukan test terhadap 1.000 warga secara acak. 

Tes dilakukan untuk memastikan masyarakat Provinsi Bangka Belitung apakah sudah kebal terhadap Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Andri Nurtito, mengatakan, tes dilakukan melalui survei serologi, untuk memastikan kadar kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19.

"Masyarakat kita sudah divaksin pertama dan kedua. Nah, kita ingin melihat sejauh mana kekebalan tubuh mereka terhadap Covid-19. Target gubernur selesainya akhir bulan ini harus selesai," kata Andri, kepada Bangkapos.com (16/11/2021).

Baca juga: Satgassus Covid-19 Bangka Belitung Kejar Vaksinasi Covid-19 Hingga 70 Persen, Ini yang Jadi Target

Baca juga: Trend Kasus Covid-19 di Bangka Belitung dan Ancaman Delta Plus, Satgas Ingatkan Tetap Waspada

Dia menjelaskan, survei kekebalan tubuh ini tidak dilaksanakan untuk semua masyarakat tetapi hanya untuk 1.000 warga saja.

"1.000 orang itu, nanti mewakili masyarakat kita, dari mereka ini lah. Kita akan lihat sejauh mana, kekebalan tubuh masyarakat kita," lanjutnya.

Menurut Andri 1.000 warga yang akan dites ini berasal dari kabupaten/kota. Setiap daerah diperiksa 100 lebih untuk dilakukan survei serologi. 

"Survei serelogi terhadap 1.000 warga ini melibatkan Balai Besar Labotorium Palembang Sumsel, Unsri dan Dinkes kabupaten/kota. 1.000 warga ini nantinya akan diambil sampel darahnya, kemudian akan dikirim ke Balai Besar Labotorium Kesehatan Sumsel," terangnya. jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan kadar kekebalan tubuh ini akan diketahui apakah kurang, cukup atau tinggi, sehingga data tersebut dapat dipakai oleh kepala daerah untuk menjalankan kebijakan penanganan Covid-19.

"Jika kadar kekebalan tubuhnya kurang, di sini lah nantinya gubernur akan mengambil berbagai kebijakan, untuk meningkatkan kekebalan tubuh tersebut. Apabila masih belum kebal maka vaksinasi terus digencarkan ke daerah itu. Kemudian apabila sudah ada antibodi dapat melakukan kelonggaran," jelasnya.

Baca juga: Utang BUMN Kini Capai Rp 6.710 Triliun, Inilah Daftar BUMN yang Punya Utang Fantastis

Baca juga: Konsumsi LPG 3 Kg Naik,Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Stok Aman Jelang Akhir Tahun 2021

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved