Breaking News:

Berita Kriminal

Korupsi KMK BRI, Kades dan Lurah pun Jadi Saksi, Honor untuk Notaris Gemara Bukan Kerugian Negara

Sejumlah Kepala Desa (Kades) dan Lurah, bersaksi dalam perkara delapan debitur yang menjadi terdakwa kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Ke

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
JPU Kejari Bateng, Noviansyah. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah Kepala Desa (Kades) dan Lurah, bersaksi dalam perkara delapan debitur yang menjadi terdakwa kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir.

Sidang berlangsung di Ruang Garuda Pengadilan Negeri PHI/Tipikor  Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Selasa (16/11/2021). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Siti Hajar Siregar, didampingi dua Hakim Anggota, MHD Takdir dan Warsito. Sidang dihadirikan dua JPU Kejati Bateng, Ardiansyah dan Noviansyah.

Adapun Kades yang bersaksi dalam sidang tersebut yakni, Kades Belilik Muldari, Kades Teru Suharli dan  Lurah Tuatunu.

Sementara sejumlah kades lain seperti Kades Pasirgaram Munzil, tidak bisa hadir di muka persidangan dikarenakan sakit. "Hari ini kami menghadirkan beberapa saksi, kebanyakan para Kades, seperti Kades Belilik, Kades Teru dan Lurah Tuatunu. Ada juga Kades yang tidak bisa hadir karena sakit, seperti Kades Pasirgaram," kata JPU Noviansyah.

Menurut Noviansyah, para Kades dan Lurah dijadikan saksi lantaran,  sejumlah objek angunan yang di ajukan para debitur masuk di wilayah kerja mereka. Untuk, itu mereka dihadirkan ke muka persidangan.

"Mereka (Kades dan  Lurah -red) ini jadi saksi karena objek yang diagunkan para debitur ini masuk wilayah kerja mereka," kata Noviansyah.

Namun para saksi ini hanya memberikan kesaksian terhadap empat terdakwa, yakni Ermin, Sukarna, Mawan dan  Asnawi. Sementara, saksi untuk empat terdakwa lainnya Harmensyah, Sulba, Sukandi dan Erwin Ibrahim, dijadwalkan hadir pekan depan. "Hari ini mereka bersaksi untuk empat terdakwa, Ermin, Sukarna, Mawan dan Asnawi. Sedangkan untuk saksi bagi para terdakwa  Harmensyah, Sulba, Sukandi dan Erwin Ibrahim dihadirkan pada sidang selanjutnya," tegasnya.

Sementara itu Tim Auditor Internal Kantor BRI Cabang Pangkalpinang, menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp43.800.000.000,00 pada 47 debitur pembiayaan KMK Kantor Cabang BRI Pangkalpinang.

Adanya kerugian negara yang terbilang fantastis tersebut, diungkapkan Andika, saksi internal BRI yang melakukan audit terkait pembiayaan KMK Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir.

"Kesimpulan hasil audit kami dari internal BRI, ditemukan adanya kerugian negara sebesar empat puluh tiga miliar delapan ratus juta dari 47 debitur KMK tahun 2017 sampai 2019," kata Andika melalui Virtual, Selasa (16/11/2021)

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved