Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Babel, Tak Elok Jika Tak Singgah di Tempat Ini

Jika anda berkunjung ke Pulau Bangka apalagi ke Ibukota Provinsi Bangka Belitung, Kota Pangaklpinang, tak elok nampaknya jika tak berkunjung kedua des

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wisata Pantai Padirpadi. (Dok/Wawan Bangkapos.com) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jika anda berkunjung ke Pulau Bangka apalagi ke Ibukota Provinsi Bangka Belitung, Kota Pangaklpinang, tak elok nampaknya jika tak berkunjung kedua destinasi wisata andalannya.

Yang pertama ada Museum Timah Indonesia Pangkalpinang yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 179  Pangkalpinang. Museum ini dulunya merupakan bangunan milik Banka Tin Winning (BTW), badan usaha milik pemerintah kolonial.

Sebelum menjelajah ke dalam museum, di bagian tamannya terdapat peralatan yang digunakan untuk menunjang pekerjaan pegawai timah pada zamannya, semisal loko hingga makuk berwarna silver, selain itu ada juga pembuatan kerajinan berbahan timah.

Kepala Museum Timah Indonesia, Taufik, menyebut, setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1948-1949, tokoh-tokoh pejuang Indonesia, seperti Bung Karno dan Bung Hatta sempet pernah diasingkan di Museum ini.

Selain itu, museum ini juga pernah dijadikan tempat Perundingan Pra Roem-Royen sekitar Tahun 1948-1949 yang dilaksanakan dalam salah satu kamar dari lima kamar yang ada.

"Kemudian 10 tahun setelah itu, yaitu, pada tahun 1959, bangunan ini dijadikan sebagai Museum Wisma Budaya," ujar Taufik.

Menurutnya, lantaran kental sejarah pertimahan, bangunan ini lantas dijadikan Museum Timah Indonesia pada 1997. Sekaligus, menjadi museum timah pertama di Asia.

"Pada tanggal 2 Agustus 1997, PT Timah Tbk menjadikan Museum Wisama Budaya menjadi Museum Timah Indonesia dengan mengkhususkan koleksinya pada sejarah penambangan timah di Pulau Bangka," sebutnya.

Di Museum Timah Indonesia Pangkalpinang, terdapat beberapa koleksi-koleksi barang bersejarah, diantaranya kerito surong alat bantu angkut timah pada zaman dulu, Balok Timah, Koing, Plikat Prastasi Kota Kapur, dan juga beberapa batu-batuan yang disumbangkan oleh unit eksplorasi PT Timah.

Untuk Jam operasional Museum Timah Pangkalpinang sendiri Senin-Minggu mulai pukul 08.00 WIB -12.00 WIB dan 13.00 WIB - 16.00 WIB. Sementara hari Jumat dan Libur Nasional tutup.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved