Breaking News:

Gubernur Bangka Belitung Kunjungi SLB Negeri Toboali, Serahkan Bantuan Mobil Operasional

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dalam rangka menye

Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat menyerahkan mobil operasional Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di SLB negeri Toboali Basel di Kompleks Perkantoran Pemda Basel, Selasa (16/11/21). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dalam rangka menyerahkan mobil operasional Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) yang berlangsung di SLB negeri Toboali Basel di Kompleks Perkantoran Pemda Bangka Selatan, Selasa (16/11/21).

Erzaldi Rosman pada awak media mengatakan, kehadiran dirinya ke SLB negeri Toboali untuk meninjau sekolah SLB sehingga tahu permasalahan sekolah tersebut, sekaligus menyerahkan bantuan mobil operasional untuk antar jemput siswa.

"Saya mau meninjau sekolah ini untuk mengetahui fasilitasnya, karena bagaimana pun, anak-anak kita yang menyandang tuna grahita ,tuna rungu, tuna daksa, ini semua harus mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak yang lain," ungkap Erzaldi.

Untuk itu, kepada guru yang mengajar di sekolah ini agar sabar menghadapi anak-anak yang menyandang disabilitas.

Guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar di SLB ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan bantuan mobil operasional.

"Fasilitas yang akan di bangun tahun mendatang yaitu pagar sekolah, musala, tempat bermain, " tegasnya.

Kepada orang tua siswa orang nomor satu di Babel berpesan, agar anaknya tetap di sekolahkan di sini supaya ke depan lebih baik.

Untuk memberikan semangat kepada para siswa SLB,  Erzaldi mengajak para siswa naik mobil operasional berkeliling sekolah gubernur jadi sopirnya.

Kepala SLB Negeri Toboali, Alpian kepada awak media menuturkan, saat ini SLB telah memiliki siswa berjumlah 103 siswa terdiri dari siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.

Menurut Alpian, jenis ketunaan siswa yang bersekolah di SLB terdiri dari tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, autis, dan siswa yang daya ingatan yang lemah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved