Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kejari Bangka Barat Blender Barang Bukti Narkotika dan Musnahkan Senjata Tajam

Sejumlah barang bukti dari 67 perkara yang didapatkan sepanjang 2021 dilakukan pemusnahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Pemusnahan barang bukti narkotika oleh Kejari Bangka Barat dan BNNK Bangka, Rabu (17/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah barang bukti dari 67 perkara yang didapatkan sepanjang 2021 dilakukan pemusnahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat bersama BNN Kabupaten Bangka. 

Dari 67 perkara tersebut di antaranya terdapat 27 perkara narkotika, dengan rincian 2.753 gram ganja, 67,779 gram jenis sabu-sabu, ekstasi 727 butir, dan 1000 butir obat keras (Dextrometherphan). 

Untuk barang bukti narkotika seluruhnya dilakukan dengan cara dilarutkan dengan air, menggunakan tiga blender hingga air yang semula berwarna putih berubah menjadi kecoklatan. 

Tak hanya perkara narkotika, sejumlah perkara lain seperti Oharda (Orang dan Harta Benda) sebanyak 21 perkara. Lalu juga terdapat 19 perkara, terkait Keamanan dan Ketertiban Umum (Kamtibum) dan tindak pidana umum lainnya (TPUL). 

Terkait pemusnahan Kejari Bangka Barat pun langsung membakar sejumlah barang bukti Oharda, seperti parang dan beberapa pakaian di dalam tong dengan diameter sekitar satu meter. 

"Pemusnahan barang bukti dan ini penutup tahun dari tindak pidana narkotika, pidana umum lainnya dan juga disaksikan BNNK Bangka," ujar Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne, Rabu (17/11/2021). 

Selain itu Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan, Agung Trisa Putra mengatakan untuk kasus perkara narkotika mengalami peningkatan. 

"Dibandingkan tahun kemarin memang cenderung meningkat narkotika, kalau yang perkara lain relatif sama. Kalau untuk sekarang memang ada beberapa yang masih sidang, ada nanti yang menyusul tapi paling itu di rilis tahun depan," kata Agung. 

Senada dengan Agung, Kepala BNNK Bangka Eka Agustina mengatakan, untuk kasus narkotika selain mengalami peningkatan juga terdapat berbagai perkembangan. 

"Tahun 2021 lebih banyak dibandingkan 2020, lalu variannya pun ada perubahan dari pada yang seperti kita lihat secara umum. Kalau estasi biasanya bulat, tapi sekarang bentuknya butiran seperti bujur sangkar. Kemudian ada campuran tembakau gorila, bergabung dengan daun ganja yang akan siap dilinting," ucap Eka Agustina. 

Sementara itu Eka Agustina berharap peran Pemkab Bangka Barat dan seluruh pihak, untuk membantu memberantas peredaran narkotika. 

"Ini meminta kepada pihak ke Pemkab atau Dinas Kesehatan lebih memantau dan memonitor, kalau misalnya plastik kecil seperti ini artinya distribusinya seperti apa. Diikuti terus perkembangan, kemudian bentuk jenis warna setiap edaran narkoba yang ada di wilayah," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved