Breaking News:

Pemprov Bangka Belitung Siap Survei Titer Antibodi SARS CoV-2

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam waktu dekat bakal melakukan survei pemeriksaan titer antibodi pasca­vaksinasi Covid-19. Hal ini

Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
Dinas Kesehatan Babel
Acara pertemuan On The Job Training Pelaksanaan survei serologi Antibodi SARS CoV-2 di Novotel Bangka Hotel and Convention Center, Selasa (16/11). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam waktu dekat bakal melakukan survei pemeriksaan titer antibodi pasca­vaksinasi Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data agar mengetahui tentang kondisi dan tingkat kekebalan tubuh yang terbentuk pada masyarakat secara umum terhadap penularan Covid-19.

“Ini sebagai bagian tindak lanjut penanggulangan Co­vid-19. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meng­etahui hal tersebut dengan melakukan survei serologi agar kita mendapatkan gambaran profil kekebalan masyarakat terhadap Covid-19,” kata Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah usai membuka pertemuan On The Job Training Pelaksanaan survei serologi Antibodi SARS CoV-2 di Novotel Bangka Hotel and Convention Center, Selasa (16/11).

Abdul Fatah menilai, survei serologi adalah tes untuk meng­etahui antibodi dalam serum darah atau titer antibodi untuk mengukur proporsi warga yang sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19. Kebijakan survei ini dilaksanakan untuk menetapkan langkah-langkah yang lebih fokus, efisien dan efektif dalam pengambilan kebijakan dan keputusan penanggulangan Covid-19.

“Termasuk kelanjutan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, persyaratan perjalanan lintas wilayah kabupaten/kota dan provinsi maupun lintas negara. Sehingga kita perlu berkomitmen untuk mensukseskan pelaksanakan survei tersebut,” jelasnya.

Ia pun menyarankan agar para analis kesehatan untuk selalu meningkatkan pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam hal asosiasi serta terlatih dalam bekerja.

“Dengan profesionalisme seorang analis kesehatan akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena itu saya yakin dengan bekal ilmu dan pengalaman yang dimiliki akan sangat berguna dalam menjalankan tugas pada survei kali ini,” jelasnya.

Kepala Dinkes Babel, dr H Andri Nurtito, MARS mengatakan, setidaknya sebanyak 1.000 orang dari tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung akan menjalani pemeriksaan titer antibodi usai divaksin Covid-19.

“Tentunya tidak semua penduduk diperiksa, kita targetkan sekitar 1.000 orang yang akan diperiksa sebagai sampel untuk mengetahui sejauh mana titer atau kadar antibodi terhadap virus Covid-19. Kita ingin mengukur berapa kadar atau titer antibodi terhadap penyakit Covid-19 yang sudah terbentuk,” kata Andri.

Andri mengakui target dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sendiri, rencananya survei pemeriksaan titer tersebut akan selesai pada akhir November ini.

“Sampel nanti akan kita kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Laboratorium kita belum bisa, hanya bisa mengetahui positif atau negatif. Kalau laboratorium di Palembang bisa mengukur seberapa kadarnya/titernya,” jelasnya.

Sementara itu, tindaklanjut dari hasil survei tersebut nantinya akan berpengaruh kepada kebijakan yang akan diambil oleh Gubernur Bangka Belitung.

Apabila tingkat antibodi penduduk di Bangka Belitung yang telah divaksin mencapai 50 sampai 75 persen hal tersebut tak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan pelonggaran terhadap aktivitas masyarakat.

Jika sebaliknya, aktivitas masyarakat akan kembali diperketat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Termasuk dengan serbuan vaksin di tempat rendah (Capaian vaksin). Jadi yang antibodi rendah akan diserbu vaksin, harus diutamakan. Kalau perlu diberikan tiga dosis. Tetapi kita masih menunggu kebijakan dari pusat, saat ini kita masih prioritas untuk dosis pertama dan kedua,” timpal Andri.

(adv/u1)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved