Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ekspor Bangka Belitung Meningkat 99,15 Persen  

Berdasarkan data yang disampaikan  BPS Babel pada 5 November 2021 lalu. Pada September 2021, ekspor luar negeri Babel naik sebesar 99,15 persen diband

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
ILUSTRASI: Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan data yang disampaikan  BPS Babel pada 5 November 2021 lalu. Pada September 2021, ekspor luar negeri Babel naik sebesar 99,15 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya September 2020.

Nilai ekspor komoditas timah naik 110,77 persen, dan non timah naik 42,65 persen. Jumlah nilai ekspor pada bulan September tahun ini sebesar US$227,74 juta bulan yang sama tahun sebelumnya US$114,36 juta. 

Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Babel, sekitar 17,49 persen ekspor timah pada Januari-September 2021 dikirim ke Negeri 
Singa ini. 

Apabila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini naik 58,09 persen.

Belanda, Korea Selatan, United States dan Jepang berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-September 2021. 

Sementara itu, ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari-September 2021 didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), yang keseluruhannya merupakan minyak kelapa 
sawit (HS 1511). 

Nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati akumulasi hingga September 2021 menjadi US$207,96 juta atau 74,26 persen dari jumlah ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nilai ini naik 70,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Babel, Ahmad Yani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Babel di triwulan ketiga ini tertinggi untuk wilayah Sumatera yakni 6,11 yoy.

"Beberapa komoditas kita memang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi Babel. Kenaikan ini juga selaras dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai dari relaksasi hingga memberikan stimulus untuk mendorong peningkatan produksi komoditas tersebut," ujar Ahmad Yani, Kamis (18/11/2021)

Menurutnya, meningkatkan harga sawit, menjadi upaya pemprov Babel secara intens melakukan stimulus dan pendampingan agar kualitas Tandan Buah Segar (TBS) petani sesuai standar. 

"Tidak hanya itu, kita mendorong investor untuk membangun pabrik CPO sehingga harga TBS bisa bersaing," katanya.

Selain itu, kata Ahmad Yani pemerintah juga terus berupaya mengembalikan kejayaan lada melalui cara mendorong harga lada terus membaik. 

"Setahun ini harga lada di Babel bertengger di harga di atas 90 ribuan, pada (8/11/2021), harga lada dengan kualitas SNI 1 (MWP.1) mencapai Rp100.000," katanya.

Yani mengakui, kontribusi pertambangan timah bagi pertumbuhan kinerja ekonomi di Babel cukup besar, namun dirinya berharap agar tetap memperhatikan keseimbangan terhadap lingkungan.

"Tentunya kita harus menjaga momentum ini, namun kita harus tetap menjaga sisi yang lain seperti lingkungan," ujarnya. (Bangkapos.com/Rilis/Riki)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved