Breaking News:

Berita Sungailiat

Pembangunan Kabupaten Bangka Tahun 2022, Kesehatan, Pendidikan hingga Infrastruktur

Bupati Bangka Mulkan sebut pada tahun 2022 mendatang bahwa fokus pembangunan di Kabupaten Bangka akan mencakup beberapa aspek.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: khamelia
(Ist/Humas Bupati Bangka Dian Firmansyah)
Bupati Bangka Mulkan saat membuka kegiatan sosialisasi dan penerapan kebijakan APBD tahun 2022 dalam SIPD, Rabu (17/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Mulkan sebut pada tahun 2022 mendatang bahwa fokus pembangunan di Kabupaten Bangka akan mencakup beberapa aspek.

Ia mengatakan beberapa di antaranya seperti bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur akan menjadi fokus pembangunan di tahun 2022 mendatang.

Meski demikian, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terinci dengan baik kegiatan ataupun rencana pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2022.

"Jadi OPD-OPD lah yang nantinya akan mengusulkan mana saja kegiatan yang dianggap jadi kegiatan utama, baik itu Prioritas 1 (P1), P2 dan seterusnya," kata Mulkan kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Meski demikian, Ia menuturkan bahwa sampai saat ini belum ada kolaborasi antara OPD dalam penyelenggaraan suatu kegiatan.

"Biasanya kolaborasi itu akan dilakukan apabila adanya proyek besar, misalnya di bidang pariwisata," jelasnya.

Menurutnya, pariwisata harus dikerjakan melalui kerja sama, tapi tetap dalam Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

"Misalnya Dinas PUPR tugasnya untuk sarana dan prasarananya, Dinas Perhubungan perihal akses transportasi di perjalanan dan lain-lain sebagainya," ungkapnya.

Tak hanya itu, Mulkan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka juga akan melakukan upaya-upaya pemilihan ekonomi di tahun 2022 mendatang.

Bahkan, pihaknya juga akan tetap mengalokasikan anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar 25 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU).

"Selain itu, kita juga memberikan dana-dana subsidi berupa pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM yang akan tetap kita berikan," pungkasnya.

Selain itu, Ia juga menuturkan bahwa Kabupaten Bangka juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di pantai-pantai yang berada di jalan Lintas Timur.

"Kawasan itu (pantai-pantai di lintas timur sudah masuk KEK, cuma belum diselesaikan PP nya oleh presiden karena masih dalam pandemi covid-19," imbuhnya.

Diakuinya, sampai saat ini Kabupaten Bangka masuk ke dalam 10 destinasi pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved