Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rekam Jejak Provinsi Bangka Belitung, Berikut Kisah Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hari Minggu Tanggal 21 November 2021 mendatang, Bangka Pos Group ak

Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Acara Ngobrol Bareng Politisi 2024 atau Ngopi 024 dengan tema ‘Rekam Jejak Bangka Belitung Bangun Pariwisata’ yang akan disiarkan langsung melalui media sosial Facebook dan YouTube Bangka Pos pada hari Jumat 19 November 2021 pukul 14.00 WIB. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hari Minggu Tanggal 21 November 2021 nanti, Bangka Pos Group akan menyiapkan sederet rangkaian Program Spesial Hari Jadi Bangka Belitung.

Program tersebut meliputi Ngobrol Bareng Politisi 2024 atau Ngopi 024, Tema ‘Rekam Jejak Bangka Belitung Bangun Pariwisata’ yang akan disiarkan langsung melalui media sosial Facebook dan YouTube Bangka Pos pada besok, Jumat 19 November 2021 Pukul 14.00 WIB.

Acara tersebut dipastikan akan berlangsung seru, di mana Bangka Belitung yang terkenal akan timah akan membahas perbincangan pasca timah yakni pariwisata.

Rustam Effendi, yang akan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut mengatakan, sektor pariwisata di Bangka Belitung memang sudah waktunya untuk dikuatkan. Apalagi Bangka Belitung sudah masuk ke dalam 10 destinasi wisata tanah air.

Alhamdulillah pariwisata kita sudah mulai menggeliat kembali dengan berkurangnya pandemi Covid-19. Mudah-mudahan ini bisa meningkat kembali dengan harapan itu bisa didukung oleh semua stakeholder baik di Bangka maupun Belitung,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (18/11/2021) sore.

Pria yang menjabat Gubernur Bangka Belitung Periode 2013 sampai 2017 ini menyebut, Bumi Serumpun Sebalai ini memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata. Dimana seperti di Bangka yang lebih cenderung kepada wisata religi dan wisata heritage. Sedangkan di Belitung lebih condong kepada wisata bahari. 

Oleh karenanya kedua daerah ini harus saling menopang, saling mengisi, dan tidak untuk saling berlomba-lomba ataupun menjatuhkan. Bahkan bila perlu ada semacam transit dari Bangka ke Belitung atau sebaliknya.

Sehingga ketika para pelancong yang ingin menikmati pariwisata heritage maupun religi bisa berlanjut ke Belitung, untuk menikmati suasana bahari yang memang kondisi lautnya masih murni.

“Tetapi kita memang harus lebih menggarap kepada seni dan budaya kita untuk tidak menjadi kejenuhan pariwisata. Karena mayoritas turis yang datang setelah dua hari mereka bingung mau kemana lagi. Ini yang harus kita terapkan melalui lembaga adat kita,” jelas Rustam.

Dia juga tak menampik, seiring maraknya tambang juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi para pemimpin Bangka Belitung ke depannya. Di mana antara pemerintah harus bisa merapikan tempat yang menjadi lokomotif perekonomian terlebih lagi setelah kita melihat dengan adanya pandemi seperti saat ini.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved