Breaking News:

Virus Corona

Sempat Nihil Kematian, Covid-19 di Babel Kembali Menambah Korban Jiwa, ''Warga Menyepelekan''

Sempat Nihil Kematian, Covid-19 di Babel Kembali Menambah Korban Jiwa, ';Warga Menyepelekan''

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Riki Pratama.
Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno. -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sempat nihil kasus kematian, Covid-19 di Bangka Belitung kembali menambah korban jiwa. Warga diminta tetap waspada.

Berdsarkan laporan Rabu 17 November 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno menyampaikan ada tambahan 11 orang terkonfirmasi Covid-19 dengan kumulatif 52.169 orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 2 orang (kumulatif 50.619). Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 1 orang (kumulatif 1.452).

"Bahwa dalam 2 hari ini kasus konfirmasi bertambah signifikan dibanding angka kesembuhan. Adapun orang terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia setelah 2 hari kemarin tidak ada (nihil), hari ini ada 1 orang. Masih adanya orang yang terkonfirmasi Covid-19 dan orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 meskipun mengalami penurunan menjadi catatan dan afirmasi bahwa penularan Covid-19 masih terus mengancam," katanya.

Karenanya, warga masyarakat jangan abai dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta segera divaksin untuk membangun kekebalan tubuh dari virus.

"Pengabaian dan penyepelean akan menghambat dan tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membuka secara perlahan dan bertahap keran pelonggaran kegiatan dan mobilitas masyarakat di ruang-ruang maupun fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata," katanya.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lembaga pendidikan/sekolah/perguruan tinggi pun perlu mendapat perhatian serius para pihak pemegang otoritas dan pengambil kebijakan. Untuk itu penting keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah terutama dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan di sekolah dan memastikan terutama para pendidik serta para peserta didik telah memperoleh vaksin setidaknya dosis 1. Demikian halnya kegiatan atau acara yang menimbulkan kerumunan orang banyak seperti pesta atau resepsi pernikahan.

Masih adanya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah menurunnya kepedulian masyarakat berdampak pada daftar panjang orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita semua memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat. Kita perlu memahami dan terus memberikan pemahaman bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga," katanya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved