Breaking News:

Virus Corona

Dalam Tiga Hari Konfirmasi Kasus Covid-19 Bangka Belitung Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan

Dalam Tiga Hari Konfirmasi Kasus Covid-19 Bangka Belitung Lebih Tinggi Dibanding Kesembuhan

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Riki Pratama
Badan Intelejen Negara Daerah (Binda) Provinsi Bangka Belitung, menggelar kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di SMAN 4 Kota Pangkalpinang, pada Kamis (18/11/2021). 

BANGKAPOS.COM -- Kasus Covid-19 di Bangka Belitung kembali naik. Dalam tiga hari, angka kasus konfirmasi lebih tinggi dibanding angka kesembuhan.

Pada hari ini Kamis 18 November 2021, disampaikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa 10 (sepuluh) orang terkonfirmasi Covid-19 dengan kumulatif 52.179 orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 9 orang (kumulatif 50.628). Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 nihil (kumulatif 1.452).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno mengatakan dalam 3 hari ini kasus konfirmasi lebih tinggi dibanding angka kesembuhan.

"Adapun orang terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia setelah kemarin ada 1 orang, hari ini nihil. Masih adanya orang yang terkonfirmasi Covid-19 dan orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 meskipun mengalami penurunan menjadi catatan dan afirmasi bahwa penularan Covid-19 masih terus mengancam," katanya.

Ia meminta warga masyarakat jangan abai dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta segera divaksin untuk membangun kekebalan tubuh dari virus.

Ia mengatakan masih ada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak berjalan efektifnya Posko Covid-19 di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan, ditambah menurunnya kepedulian masyarakat berdampak pada daftar panjang orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita semua memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat. Kita perlu memahami dan terus memberikan pemahaman bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga," katanya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved