Breaking News:

Kapolres Pangkalpinang Paparkan 10 Kebijakan Kapolda Baru, Ini Penjabarannya

Kepala Kepolisian Resor Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Dwi Budi Murtiono, memaparkan kebijakan dan arahan Kapolda Bangka Belitung.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Istimewa/Humas Polres Pangkalpinang
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono didampingi Wakapolres, Kompol Teguh Setiawan saat memberikan Commander Wish Kapolda Kepulauan Bangka Belitung di Aula Sarja Arya Racana, Jumat (19/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kepolisian Resor Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Dwi Budi Murtiono, memaparkan kebijakan dan arahan Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Yan Sultra di jajaran Korp Bhayangkara.

Hari ini, Jumat (19/11/2021) Kapolres mengumpulkan perwira hingga pejabat non struktural di Polres Pangkalpinang untuk mendengarkan Commander Wish program Kapola Bangka Belitung yang baru di Aula Sarja Arya Racana.

Dwi Budi menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, langkah dan program Kapolda dalam pelaksanaan tugas.

"Selain dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari hari selaku anggota Polri,  kegiatan ini juga bertujuan dalam pelaksanaan tugas kepolisian dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas-red) yang selaras dengan program prioritas Kapolri," kata dia.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono.
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono. (bangkapos.com/dokumentasi)

Dengan jargon Polri Presisi atau Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan sebut Dwi Budi, setiap personel harus terus berusaha mengubah citra polri kearah yang positif.

Dimana dalam Commander Wish Yan Sultra, ada sepuluh penekanan Polres jajaran yang harus benar-benar diterapkan. Pertama seperti jangan ragu untuk lakukan upaya dan tindakan kepolisian yang sesuai dengan aturan dan standar operasional prosedur,  Pejabat Utama akan berikan asistensi untuk bantu para Kapolres di jajaran.

Kedua, jangan ragu untuk melaporkan setiap perkembangan situasi Kamtibmas kepada Kapolda, karena setiap informasi yang disampaikan akan digunakan sebagai bahan evaluasi pimpinan untuk melakukantindakan dan upaya Kepolisian.

"Ketiga Kepala Satuan Wilayah harus petakan dan susun potensi kerawanan di wilayah masing masing berikut saran tindak terkait sengketa lahan, konflik Suku, Agama, Ras dan antar golongan. Serta Pemilihan Kepala Daerah hingga bencana alam," sebut Dwi Budi.

Keempat, dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana harus sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Kelima, Polres jajaran harus menempatkan unit patroli di daerah rawan kejahatan, macet hingga pelanggaran lalu lintas. Sehingga masyarakat merasakan keberadaan Polri. Bahkan Kasatwil harus turun ke lapangan.

Keenam, Kapolda meminta Polres jajaran jangan pernah putus berkomunikasi dengan para tokoh mulai dari tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, politik yang ada di wilayah hukum masing-masing.

"Latih terus personel dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kedelapan Kapolres silakan melakukan berbagai terobosan yang inovatif guna memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya 

Kesembilan, setiap Polres harus memiliki media management center untuk mengelola trending topik baik isu lokal dan isu nasional.

"Terakhir yakni atensi penjagaan, pengawasan, dan perawatan, terhadap tahanan dan kondisi ruang tahanan. Jangan sampai terjadi tahanan melarikan diri dan meninggal dunia di rumah tahanan Polri," pungkas Perwira melati dua ini. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved