Breaking News:

Dua Hari Tak Ada Kasus Kematian Karena Covid-19 di Babel, Satgas Soroti Penambahan Kasus Baru

Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat adanya peningkatan jumlah kasus baru Covid-19, dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini

Editor: rusmiadi
Satgas Penanganan Covid -19 Bangka Belitung
Grafis kasus Covid-19 di Bangka Belitung hingga Jumat 19 November 2021 

BANGKAPOS.COM - Dalam kurun waktu dua hari belakangan ini sejak Kamis (18/11/2021) hingga Sabtu (19/11/2021), tak ada kasus kematian akibat terpapar Covid-19 di Bangka Belitung (Babel).

Meskipun demikian, Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat adanya peningkatan jumlah kasus baru Covid-19, dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini.

“Dalam 4 hari terakhir kasus konfirmasi lebih tinggi dibanding angka kesembuhan. Adapun orang terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia setelah kemarin nihil, hari ini juga nihil,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat (19/11/2021).

Penambahan kasus harian pada Jumat (19/11/2021) tercatat ada delapan orang terkonfirmasi Covid-19 dengan kumulatif 52.187 orang.
Adapun sebaran penambahan kasus baru berasal dari Bangka Tengah empat orang dan Belitung Timur empat orang.

Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak tujuh orang, secara kumulatif menjadi 50.635 orang. Adapun kasus meninggal dunia nihil dengan demikian secara kumulatif masih 1.452 orang.

Sebaran orang yang sembuh atau selesai isolasi dan dinyatakan bebas dari Covid-19 ini dari Kota Pangkalpinang tiga orang, Kabupaten Bangka Tengah satu orang, Kabupaten Bangka Barat satu orang, Kabupaten Bangka Selatan satu orang, Kabupaten Belitung Timur satu orang.

“Masih adanya orang yang terkonfirmasi Covid-19, dan orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 meskipun mengalami penurunan, tentu menjadi catatan dan afirmasi bahwa penularan Covid-19 masih terus mengancam,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Andi, warga masyarakat jangan abai dan tidak mengindahkan protokol kesehatan (prokes) serta segera divaksin, untuk membangun kekebalan tubuh dari virus.

Kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.

Ia mengatakan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan, sehingga lebih tinggi dari kasus baru. Tentu harus terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing, dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan.

Namun juga treatment khususnya mengisolasi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, ke fasilitas isoter dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi.(rusmiadi).

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved