Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Masuk Urutan 20 Terbaik Serapan Belanja dan Pendapatan APBD Kota Se-Indonesia

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang masuk urutan ke-15 terbaik se-Indonesia untuk serapan pendapatan APBD Kota Se-Indonesia

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang masuk urutan ke-15 terbaik se-Indonesia untuk serapan pendapatan APBD Kota Se-Indonesia, dan urutan ke-16 terbaik untuk serapan belanja APBD Kota Se-Indonesia.

Demikian realisasi tersebut diumumkan oleh Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan Republik Indonesia (RI) dalam pelaksanaan rakor evaluasi penyerapan anggaran daerah tahun 2021.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam menyebutkan, ini merupakan kinerja Pemkot Pangkalpinang atas APBD 2021 yang dilihat dari realisasi atau serapan anggaran pendapatan dan belanja daerahnya.

"Jadi sampai dengan November ini kita masuk di 20 besar terbaik se-Indonesia untuk serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Untuk Provinsi Bangka Belitung kita yang tertinggi dan mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun kita tetap yang tertinggi," ujar Radmida kepada Bangkapos.com, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, untuk pendapatan yang menjadi penunjang hingga menjadi yang terbaik pastinya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"PAD kita sampai hari ini realisasinya sesuao target sampai dengan Oktober, selanjutnya semua proses administrasi kita penuhi, sehingga dana-dana pusat oun masuk kekita," jelasnya.

Adapun realissi belanja APBD Kota Pangkalpinang per 12 Nomvember 2021 krmarin sebesar 66,18 peren. Sementara untuk realisasi pendapatan sebesar 83,83 persen.

"Dan kita sangat optimis terutama soal pajak kita optimis akan akan over target hingga akhir tahun nanti, begitu juga dengan retribusi nanti akan tegao tercapai sampai dengan akhir tahun," bebernya.

Kata Radmida, saat ini pemerintah daerah memang harus mandiri tidak bisa selaku mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat.

"Kita optimis masih sisa satu bulan lagi ini terserap lebih lagi dari angka yang dinilai terbaik itu. Investor tentu mempengaruhi sektor pajak kita," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved