Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Timah Dunia Mencatat Rekor Baru US$ 38.640 Per Metrik Ton, Pemprov Babel Minta Royalti Naik

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, Amir Syahbana, mengatakan, kenaikan harga timah saat ini, kembali mencetak rekor baru harga timah.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
IST/ICDX
Bursa timah ICDX mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 2,4 Triliun pada kuartal pertama 2021 dengan volume transaksi timah mencapai 6294 metrik ton. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, Amir Syahbana, mengatakan, kenaikan harga timah saat ini, kembali mencetak rekor baru harga timah.

Harga tertinggi, pada Senin (22/11/2021) tercatat US$ 38.640 per metrik ton.

"Kita patut bersyukur dengan kenaikan harga timah ini tentunya kenaikan timah ini mencetak rekor baru mencapai US$ 38.640 per metrik ton," jelas Amir Syahbana kepada Bangkapos.com, Selasa, (23/11/2021) 

Amir mengatakan dengan naiknya harga timah dunia ini, tentunya menggairahkan dan Pemprov Bangka Belitung berharap berdampak pada pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNBP) dan dana bagi hasil (DBH).

"Kalau memang dapat progresif seperti komoditas emas, harga naik, tarifnya naik. Tetapi, namanya peraturan pemerintah sudab ada produk hukumnya," katanya.

Menurut Amir, dengan meningkatnya harga timah, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah berkali-kali berusaha meminta ke pemerintah pusat agar adanya peningkatan pendapatan dari royalti dana bagi hasil.

"Keinginan kita Ingin lebih dari itu terkait penerimaan daerah dalam hal ini di APBD, dari dulu tarif royalti hanya 3 persen. Pemprov itu sudah berkali-kali berkeinginan ada peningkatan tarif dan juga telah ke PT Timah minta saham seperti perusahaan tambang di provinsi lainnya," beber Amir.

Keinginan pemprov, kata Amir ingin kenaikan royalti merupakan hal yang wajar termasuk pengusulan kepemilikan saham PT Timah.

"Gubernur telah mengusulkan peningkatan tarif royalti, berdasarkan PP 81 Tahun 2019  terkait royalti logam timah hanya 3 persen dan tarif itu dari tahun 80an tidak berubah, kita sudah mengusulkan belum juga dikabulkan," terangnya.

Amir menegaskan pemprov sangat berharap adanya pembagian kepemilikan saham dari PT Timah merujuk pada perusahaan dibeberapa daerah lainya yang memiliki saham dari perusahan tambang.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved