Breaking News:

Berita Sungailiat

Pasokan Ikan Laut Berkurang Harga pun Melambung, Ini Penyebabnya

Pasokan ikan laut saat ini sangat terbatas. Hal itu diakui oleh sejumlah penjual ikan di Pasar Ikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Ba

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
ILUSTRASI : Pengerukan Muara Airkantung Jelitik beberapa tahun lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pasokan ikan laut saat ini sangat terbatas. Hal itu diakui oleh sejumlah penjual ikan di Pasar Ikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Bangka. Pasalnya, kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup esktrem, terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang membuat para nelayan kesusahan untuk pergi melaut.

Akibatnya sangat berdampak pada pasokan ikan, seperti yang dialami oleh Linda (39), satu di antara sejumlah pedagang atau penjual ikan di Pasar Ikan PPN Sungailiat, Bangka.

Diakuinya, beberapa hari terakhir ini, ikan yang didapatkan dari para tengkulak sangatlah terbatas. "Susah ikan sekarang ni, sedikit. Harganya juga kebanyakan naik," kata Linda saat diwawancarai Bangkapos.com, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran para nelayan enggan pergi melaut. "Biasanya piber ini (kotak penyimpan ikan -red) penuh sama ikan, kalau sekarang ini kosong," tambahnya.

Tak hanya karena faktor cuaca,  penyempitan Muara Airkantung Pelabuhan Jelitik Sungailiat yang semakin parah ikut menjadi penyebabnya. Seperti diutarakan oleh Pipit (46), penjual ikan lainnya.

Karena perahu sering kandas akibat penyempitan muara ini, para nelayan akhirnya banyak yang membongkar ikan atau menjual ikannya ke pelabuhan yang ada di Pangkalpinang.

"Kalau Bulan Desember ini, Muara Airkantung itu udah hampir buntu, enggak ada kapal yang bisa lewat ditambah gelombang laut juga besar," kata Pipit.

Sementara itu harga ikan yang merangkak naik antara lain, ikan hapau, kerisi dan tenggiri. Kenaikan harga ikan jenis ini rata-rata Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilonya.

Faktor lain yang juga menjadi penyebab berkurangnya pasokan ikan karena melambungnya harga timah yang membuah para nelayan 'banting stir' menjadi penambang. "Lihat aja di pelabuhan itu, banyak kapal-kapal nelayan yang di atasnya ada sakan (tempat mencuci timah -red) buat nambang di laut," katanya.

Padahal menurutnya saat Bulan November merupakan musim tangkap ikan karena hasil biasanya melimpah. "Jadi kendalanya itu karena kapal-kapal besar enggak bisa masuk muara, kalau kapal-kapal kecil apa yang mau di bawa," keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Syafarudin mengakui, cuaca sangat berpengaruh terhadap pekerjaan nelayan dalam mencari ikan. "Kalau sekarang ini beberapa jenis ikan harganya memang cukup tinggi. Cuma pada prinsipnya para nelayan ini kalau pergi ke laut harus dapat hasil, banyak atau pun sedikit," ujar Syafarudin.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar nelayan bersabar karena kondisi cuaca merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. "Sebenarnya enggak semua jenis ikan yang naik, ada beberapa jenis ikan juga yang harganya murah," tegasnya.(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved