Breaking News:

Berita Kriminalitas

Terungkap Dipersidangan, Kredit Macet, Delapan Terdakwa Debitur Tidak Membayar Kewajiban KMK BRI

Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, kembali menggelar sidang 8 debitur yang terlibat kasus korupsi

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, kembali menggelar sidang 8 debitur yang terlibat kasus korupsi  pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) kantor cabang BRI Pangkalpinang dan kantor cabang pembantu BRI Depati Amir.

Mereka adalah Aswadi, Harmensyah, Irvan, Mawan, Sulba, Sukandi, Sukarna dan Erwin Ibrahim.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi sekaligus terdakwa Al Fajeri, eks Pincab BRI Depati Amir, berlangsung di ruang Garuda, Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Selasa (23/11/2021)

Dipimpin Ketua Majelis Hakim Siti Hajar Siregar, didampingi hakim anggota MHD Takdir dan Warsono, serta JPU Noviansyah dan Kuasa Hukum delapan terdakwa Apri dari LBH Al Hakim.

Dalam perkara tersebut, Al Fajeri merupakan pejabat yang memutus memberikan fasilitas KMK BRI, terhadap delapan debitur tersebut.

"Terkait delapan debitur ini dari tahun 2017 2019 apakah saudara saksi yang memutuskan  kredit 8 debitur ini," tanya JPU Noviansyah.

"Benar yang mulia," jawab Al Fajeri.

Dimuka persidangan, terkuak sejumlah debitur menerima fasilitas KMK dengan besaran bervariasi.

Misalnya, Erwin Ibrahim yang menerima Rp200 juta, Irvan Rp 650 juta, Aswadi Rp45l juta, Sulba Rp200 juta, dan Sukarna Rp1,8 Miliar.

"Kalau maksimal pengajuan KMK yang ditangani saudara saksi (Al Fajeri, red) berapa," tanya Noviansyah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved