Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dilanda Hujan, Ratusan Rumah Warga di Pangkalpinang Terendam Banjir

Ratusan rumah di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terendam banjir

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Sejumlah warga di Kelurahan Tua Tunuindah, Kecamatan Gerunggang saat mengevakuasi barang-barang mereka usai terdampak banjir, Rabu (24/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan rumah di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terendam banjir.

Sebanyak 157 rumah di tiga titik seperti di Perumahan Alam Kampak, RT 4 dan RT 10 dilanda banjir sejak, Selasa (23/11/2021) malam usai daerah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyebut, selain hujan dengan intensitas tinggi kondisi banjir diperparah dengan topografi daerah tersebut yang berada di dataran rendah.

"Selain curah hujan yang tinggi, ditambah pasang air laut, belum lagi kondisi juga rawa-rawa yang membuat banjir belum berangsur untuk surut," kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Melaut Seorang Diri, Warga Parit Pekir Hilang, Kapal Ditemukan Hanyut dan Tenggelam

Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Karang Timah Bangka, Basarnas Cek Kebenaran

Untuk ketinggian air, ujar Mikron di ketiga lokasi tersebut bervariasi. Mulai dari paha hingga pinggang orang dewasa.

Saat ini, sambung dia, pihaknya juga telah menurunkan Tim Gabungan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir.

Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih memilih bertahan di rumahnya karena tak ingin terjadi hal yang diinginkan.

"Mereka sebagian besar masih bertahan di rumah karena takut harta benda mereka di curi. Kita juga sudah meminta pihak PLN untuk memadamkan aliran listrik, karena ditakutkan akan terjadi korsleting listrik yang menimbulkan korban jiwa," terang Mikron.

Sementara itu, BPBD juga telah mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk para korban banjir di kawasan tersebut.

Petugas di lapangan juga terus memperbarui data perihal jumlah pasti rumah yang terdampak banjir tersebut.

"Data tersebut belum valid, karena masih kita update. Kita juga siaga, karena berdasarkan pengalamannya banjir biasanya tiga hari baru surut," tukas Mikron. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved