Breaking News:

Nelayan Hilang

Perahu Tenggelam Asis pun Menghilang, Sering Cium Istri Sebelum Kejadian

Sebuah perahu nelayan tenggelam di Perairan Karang Bulu Darat Karang Timah Bangka. Tak hanya tenggelam, namun pemilik kapal selaku nahkodanya ikut men

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kediaman Asis (40) di RT. 01, Parit Pekir, Sungailiat, nelayan yang hilang saat melaut. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Sebuah perahu nelayan tenggelam di Perairan Karang Bulu Darat Karang Timah Bangka. Tak hanya tenggelam, namun pemilik kapal selaku nahkodanya ikut menghilang. Pemilik kapal itu bernama Asis (40), Warga RT 01 Gang Nusantara, Lingkungan Paritpekir, Sungailiat, Bangka.

Asis yang kala itu pergi melaut seorang diri, Senin (24/11/2021) subuh, sedang dicari oleh Tim Basarnas, Rabu (24/11/2021).

Kia Devani, Ketua RT 01 Lingkungan Paritpekir dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (24/11/2021) mengakui, warga yang dimaksud masih dalam proses pencarian.

"Iya benar, memang ada warga yang perahunya tenggelam dan itu juga sudah beredar media sosial," kata Kia saat dikonfirmasi Bangkapos.com melalui sambungan telefon, Rabu (24/11/2021).

Sementara itu, Bibi Asis, Wartini (68) mengatakan, Istri Asis, Sidar sempat pingsan beberapa kali setelah mendengar kabar hilangnya suaminya tersebut. "Kami dapat kabarnya baru pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB dari kawan nelayan yang lain," ucap Wartini.

Sidar sempat bercerita dengan Wartini, yang menyebutkan bahwa Asis bertingkah agak aneh beberapa hari sebelum melaut. "Biasanya udah beberapa tahun ini dia enggak pernah cium aku, tapi sebelum berangkat melaut kemarin aku sering dicium," jelas Wartini menirukan ucapan Sidar, Istri Asis.

Tak hanya itu, Sidar juga kerap bertanya dengan nelayan yang lain tentang kabar Asis. "Nelayan itukan biasanya pergi melaut selama 7-8 hari dan Sidar itu biasanya nanya kabar suaminya kalau sudah melaut selama 4-5 hari. Tapi ini tumben-tumbennya baru sehari melaut, tapi dia (Sidar -red) jadi sering nanya kabar suaminya ke nelayan lain," jelas Wartini.

Sementara itu, pantauan Bangkapos.com di kediaman Asis, terlihat banyak sanak-saudara dan tetangga yang duduk di teras rumahnya. Selain itu, samar-samar juga terdengar suara orang yang sedang mengaji dan membaca Surah Yasin.

Beberapa orang yang diduga saudara korban, tampak habis menangis dalam kondisi raut muka dan mata yang masih memerah. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved