Breaking News:

Human Interest Story

Produksi Ikan Teri Kering Capai 12 Ton per Bulan, Rukina Kirim ke Jakarta    

Dua belas tahun bergelut sebagai pengepul ikan teri atau bilis sejak 2009, Rukina (42), semakin jaya. Pemilik Sentral Produksi Ikan Kering di Pantai T

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Rukinah, Pemilik Sentral Produksi Ikan Teri Kering dan Rumah Produksi Ikan Teri di Pantai Tanjung Langka, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. (Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dua belas tahun bergelut sebagai pengepul ikan teri atau bilis sejak 2009, Rukina (42), semakin jaya. Pemilik Sentral Produksi Ikan Kering di Pantai Tanjung Langka, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ini mampu memproduksi sebanyak 12 ton ikan teri kering dalam satu bulan. 

Bahkan tak hanya untuk dipasarkan di wilayah lokal saja, produksi ikan teri tersebut telah tembus ke Jakarta, di mana dalam satu kali pengiriman pihaknya bisa menjual sebanyak 1,5 ton ikan teri kering. 

"Untuk produksi ini tidak menentu tergantung dengan stok ikan, tetapi dalam sebulan itu pernah capai 12 ton. Sedangkan untuk pemasarannya selain di Wilayah Pangkalpinang, kita juga ekspor (kirim -red) ke Jakarta yang mana satu kali ekspor (kirim -red) bisa mencapai 1,5 ton dan per bulan biasanya 5-8 kali pengiriman, sekitar 5 sampai 12 ton ikan teri," kata Rukina.

Dikatakan Rukinah, dalam teknik pengolahan ikan teri di tempatnya masih secara manual, yakni hanya diolah melalui cara direbus lalu dikeringkan.

"Kita masih pakai cara tradisional, direbus, dikeringkan dengan waktu pengeringan ikan teri ini hanya berkisar 3 sampai 5 jam tergantung cuaca," jelasnya.

Diakui Rukinah, permintaan akan kebutuhan ikan teri ini tergolong tinggi, di mana untuk harga pasaran ikan teri ini Rp30 Ribu per kg.

"Harga ikan teri biasa Rp30 Ribu, namun untuk jenis ikan teri dengan kualitas super, harganya bisa lebih tinggi. Meski permintaan tinggi, namun tidak selalu bisa dipenuhi karena produksi ikan teri selalu tergantung dengan kondisi alam. Produksi teri asin bahkan sering terhenti karena ketiadaan pasokan teri segar," katanya. (Bangkapos.com/ Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved