Berita Pangkalpinang
Gejala Sinusitis, Pencegahan dan Pengobatannya, Ini Penjelasan dari dr Roni Januardi
Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus. Sinusitis sendiri merupakan rongga kecil yang saling terhubung
Penulis: Widodo | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus. Sinusitis sendiri merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak.
Demikian diungkapkan oleh dr Roni Januardi, Sp.T.H.T K.L (Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher Siloam Hospital Bangka).
Dia mengatakan manusia memiliki empat pasang sinus di bagian tulang wajah, di kepala, dahi, pipi dan dekat mata maupun belakang mata.
"Sinusitis dikarenakan virus atau sesudah ada infeksi bakteri seperti penyakit alergi atau kelainan anatomi orang tersebut," katanya dalam acara Bincang Sehat bersama Siloam Hospital Bangka yang dipandu oleh host Rizky Wardianti, Kamis (25/11/2021).
Menurutnya, sinusitis ini terjadi pada semua kalangan usia, tidak pada usia tertentu.
"Gejala sinusitis ini ada sifatnya akut biasanya bisa sembuh spontan, tetapi sembuh lebih dari 10 hari maka itu disertai bakteri dan harus membutuhkan antibiotik," bebernya.
Selanjutnya sinusitis atau Rhinosinusitis kronis atau yang berulang misal terjadi pada 4 kali dalam setahun itu bisa disebutkan sinusitis kronis.
"Rhinosinusitis menganggu produktivitas itu sendiri seperti kalau nunduk, sujud kepala sakit dan gangguan tidur bahkan bisa terjadi demam akibat sinusitis," jelasnya.
Selain itu bisa juga terjadi infeksi dan keluar nanah dari telinga.
Dia mengatakan gejala dominan sinusitis itu adanya hidung buntu disertai ada ingus dan tambahan nyeri daerah wajah bahkan terjadi hilangnya penciuman itu gejala sinusitis.
"Ada beberapa yang khusus apabila sudah menebal maka ada obat yang harus disemprotkan ke hidung setiap hari," kata dr Roni.
Dia menyarankan bagi yang mengalami hidung buntu disertai ingus sebaiknya periksa ke dokter THT. Nanti akan dijelaskan apa faktor penyebabnya.
Selain itu, pasien juga bisa menggunakan BPJS Kesehatan dalam periksa ke Siloam Hospital Bangka.
dr Roni mengatakan tidak semua pasien sinusitis diberikan obat antibiotik.
Pemberian bagi antibiotik bagi pasien yang beringus hijau dan putih. Tetapi pasien dengan keluhan ingus warnanya bening tidak diberikan antibiotik dulu.
Dia mengatakan, pengobatannya bagi sinusitis terapi dulu, tetapi kalau sudah tidak bisa lagi baru dilakukan operasi.
Namun jangan khawatir bagi pasien yang sudah dioperasi, dalam waktu 2x24 jam sudah bisa melakukan aktivitas ringan.
Bagi yang belum terkena, dr Roni mengingatkan untuk pencegahannya tidur yang cukup karena akan meregenerasi sel-sel di dalam hidung dan seluruh tubuh kuat pertahanannya.
"Lalu cukup istirahat dan jangan stres sebagai upaya agar terhindar dari penyakit sinusitis," saran dr Roni.
Kemudian bagi yang alergi pencegahan kendalikan faktor pencetus alergi yaitu debu rumah, kamar tidur dibersihkan setiap hari.
"Pencegahan maupun bagi pasiennya untuk sinusitis dengan cara mencuci hidung," pesan dr Roni.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211125-dr-roni.jpg)