Breaking News:

Berita Sungailiat

Nelayan Mengeluh, Sebut Solar Banyak Dipakai Penambang

Sejumlah nelayan yang sering bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) mengeluhkan sulitnya mendapat  bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sep

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Konsiai SPBN khusus nelayan yang berada di PPN Sungailiat, tampak sejumlah jerigen minyak di depannya, Kamis (25/11/2021). (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah nelayan yang sering bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) mengeluhkan sulitnya mendapat  bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Seperti yang disampaikan Sirun (36), seorang nelayan setempat kepada Bangkapos.com, Kamis (25/11/2021).

Ia menyebutkan, sejak beberapa bulan terakhir solar khusus untuk nelayan cukup sulit untuk didapatkan. Meskipun di PPN Sungailiat terdapat dua SPBN, Sirun mengaku solar yang ia dapatkan berkurang.

"Kalau mau rekom (ngambil -red) solar itu dilihat dulu sesui ukuran kapalnya, itupun harus menunjukan surat perahu sebagai syarat untuk mengambil solar," kata Sirun.

Diakuinya, akhir-akhir ini ia hanya mendapatkan 200-500 liter solar dalam satu kali rekom. "Itupun kadang-kadang enggak sampai dua minggu udah habis," ujarnya.

Menurutnya, langkanya solar untuk nelayan, antara lain disebabkan karena banyaknya nelayan yang beralih profesi jadi penambang timah laut.

Hal itulah yang kemudian menyebabkan stok solar menjadi cepat habis dan sulit untuk didapat. "Jadi di SPBU (SPBN) itu solarnya enggak setiap hari ada, paling tiga hari atau dua hari sekali baru ada," katanya.

Sementara itu Rahman (44) menyebut sudah dua bulan dirinya kesulitan mendapatkan solar. Hal serupa juga turut dirasakan oleh Rahman (44) yang mengaku kelangkaan solar kemungkinan sangat berkaitan pada harga timah yang saat ini cukup tinggi. "Ibaratnya semenjak harga timah mahal, kami susah dapat solar, enggak tau kenapa bisa begitu," tanya Rahman.

Pihak pengelola SPBU khusus nelayan yang ada di Pelabuhan Jelitik kata Rahman, selalu berdalih kalau solar habis karena sudah dikasih ke semua nelayan.

"Sebelumnya kami enggak kesulitan mendapatkan solar, bahkan kalau saya mau ambil solar 800 kg sampai 1 ton itu pasti ada. Tapi dua bulan ke belakang ini kami kesulitan beli solar," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap kelangkaan solar ini dapat segera menemukan jalan keluarnya, karena akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan produktifitas kerja para nelayan. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved