Breaking News:

Berita Kriminalitas

Terdakwa Korupsi BRI Pangkalpinang Bantah Intens Komunikasi Dengan Notaris Gemara Melalui Telepon

Saksi sekaligus terdakwa, John Adrianza, membantah jika dirinya kerap berhubungan dengan notaris Gemara

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Saksi Gemara Handawuri yang memberikan kesaksian padavsidang terdakwa 8 debitur terkait kasus Kredit Modal Kerja BRI Pangkalpinang di ruang Garuda, Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Kamis (25/11/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saksi sekaligus terdakwa, John Adrianza, membantah jika dirinya kerap berhubungan dengan notaris Gemara Handawuri, terkait proses kepengurusan sertifikat tanah dan bangunan.

Bantahan tersebut disampaikan John, disela sela menjadi saksi dalam perkara terdakwa Gemara Handawuri, di ruang Garuda, Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang, Kamis (25/11/2021) sore.

"Saya tidak pernah berurusan dengan saksi (Gemara, red) secara  telepon," kata eks Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Hukum Pertanahan pada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka Tengah, itu.

Baca juga: Hakim Berang, Kesaksian Notaris Gemara Dinilai Berbelit Belit dan Banyak Kejanggalan

Baca juga: Terungkap Dipersidangan, Kredit Macet, Delapan Terdakwa Debitur Tidak Membayar Kewajiban KMK BRI

John, juga membantah jika dirinya pernah memberikan pernyataan kepada saksi Gemara, jika semua tahapan clear, kendati Gemara selaku PPAT tidak pernah melakukan peninjauan ke objek agunan.

"Saya juga tidak pernah memberikan jawaban atau pernyataan bahwa semua urusan clear melalui via telepon, itu tidak pernah sama sekali," tegasnya.

Sebelumnya, ketua majelis Hakim Siti Hajar Siregar, menyebut dalam kesaksiannya, terdakwa Gemara, selalu melakukan kordinasi dengan saksi John terkait penerbitan sertifikat tersebut melalui sambungan telepon.

"Kemarin terdakwa Gemara bilang, sering berkordinasi dengan John melalui telepon, dan John bilang ke Gemara, semua sudah clear and clean," bebernya.

Baca juga: Korupsi KMK BRI, Kades dan Lurah pun Jadi Saksi, Honor untuk Notaris Gemara Bukan Kerugian Negara

Sementara, kuasa hukum terdakwa Gemara, Adystia Sunggara, menegaskan kliennya tidak pernah menerima dan memberi uang kepada Jhon terkait kepengurusan sertifikat tersebut.

Selain itu, proses pengukuran sebagaimana yang diterangkan di muka persidangan itu telah sesuai fakta.

"Kan jelas Gemara tidak pernah menerima duit dari Jon ataupun sebaliknya memberikan. proses yang diterangkan sudah di ukur itu sudah benar. Tadikan faktanya benar, sudah di ukur. Apakah resmi atau tidak yang ngukurnyakan petugas BPN. Jadi yang diterangkan di covernote itu benar tanah itu telah diukur pihak BPN," kata Adystia.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved