Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ketua DPRD Bangka Belitung Minta Pemprov Lebih Akomodir Hasil Reses dan Aspirasi Masyarakat

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung menggelar rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung menggelar rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman di ruang rapat paripurna DPRD Babel, Jumat (26/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung menggelar rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman di ruang rapat paripurna DPRD Bangka Belitung, Jumat (26/11/2021).

Rapat paripurna tersebut membahas terkait Penerapan Propemperda Tahun 2022, Penetapan RTK DPRD Tahun 2022, Pengambilan Keputusan terhadap RAPBD dan Penyampaian Hasil Reses Tahun Sidang III Masa Sidang I tahun 2022.

Dalam agenda tersebut, Ketua DPRD Babel meminta agar pokok-pokok pikiran dari hasil reses para wakil rakyat diakomodir dan dimasukan dalam rencana kerja pemerintah provinsi.

"Kami mohon dengan hormat, kepada kawan-kawan TAPD untuk memasukan hasil reses ini ke dalam kerja rencana pemerintah daerah sehingga nantinya sebagai lembaga aspirasi, kami diperdebatkan dengan belum ada programnya," kata Herman Suhadi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang disampaikan lewat para wakil rakyat untuk dapat diperhatikan.

"Ini suatu kerjasama yang baik, saya pikir, karena DPRD mempunyai hak untuk menyampaikan, dan untuk melaksanakan kegiatan yang ada di APBD, kami punya hak budgeting," ungkap Mantan Anggota DPRD Bangka ini.

Menyikapi ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta TAPD melakukan rekonsiliasi atas pokok pikiran atau hasil reses.

"Kami mohon maaf atas aspirasi atau reses pimpinan dan anggota yang belum terakomodir, saya minta kepada TAPD untuk melakukan segera evaluasi dan rekonsiliasi secara menyeluruh, hal ini ke depan tidak boleh terjadi lagi, dengan alasan apapun, demi harmonisasi antar eksekutif dan legislatif," katanya.

Sementara itu, dalam rapat dibahas juga postur anggaran APBD 2022 dengan pendapatan Rp1.927.536.032.188 belanja sebesar  Rp2.079.664.741.774, dan pembiayaan Rp152.128.709.586.

"Dengan melihat postur seperti ini, harus banyak dukungan, kreatifitas dan inovasi kita, baik itu OPD, kita harus berupaya memajukan ekonomi dengan berbagai cara yang kreatif dan inovasi," kata Erzaldi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved