Breaking News:

Lawan Covid19

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Akan Dievaluasi, Ada Usulan Ditingkatkan

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan mendorong intensitas pembelajaran tatap muka ditingkatkan.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SDN 51 Kota Pangakalpinang, Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pelajar di semua jenjang pendidikan di Indonesia sudah melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Pembelajaran tatap muka di sekolah ini akan ditingkatkan menyesuaikan dengan kondisi pandemi di Tanah Air.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan mendorong intensitas pembelajaran tatap muka ditingkatkan.

Putra mengatakan saat ini peserta didik sedang mengalami learning loss akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, peserta didik kehilangan pengalaman belajar dan berinteraksi dengan guru akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, kata dia, saat ini belum ada institusi pendidikan di Indonesia yang siap secara penuh untuk mengajarkan murid-murid secara during.

Hal itu dikarenakan kurikulum yang ada tidak disiapkan untuk pembelajaran daring.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis bertajuk Peran Aktif Guru Dalam Pemulihan Pendidikan di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Kamis (25/11/2021).

"Kemarin kita lihat selama sebulan dua bulan terakhir ini pendidikan tatap muka dilakukan, meskipun baru seminggu sekali atau dua minggu sekali. Ini yang sedang kita perjuangkan agar pendidikan tatap muka itu dilakukan seminggu tiga kali lah," kata Putra.

Baca juga: Siswa Ini Tidak Waswas Lagi Belajar Tatap Muka di Sekolah, tapi Tetap Waspada Sampai Bawa 2 Masker

Baca juga: Inilah Penyebab Sebagian Masyarakat Kota Besar Enggan Divaksin

Baca juga: Saat Natal dan Tahun Baru, Begini Aturan PPKM Level 3 yang Bakal Diterapkan 

Menurut Putra kegiatan belajar mengajar tatap muka sangat penting.

Ia mengatakan hal itu antara lain karena anak-anak SD yang kehilangan masa belajar selama 6 bulan sama dengan kehilangan 2 tahun pengalaman belajarnya berdasarkan riset yang pernah dibacanya.

Menurutnya, pembelajaran daring juga tidak hanya berdampak pada peserta didik melainkan juga pada guru.

Sehebat dan semandiri apapun guru, menurutnya tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa pembelajaran tatap muka.

"Untuk itu makanya ketika kita bicara tentang Covid-19 pandemi, dan juga kita bicara tentang learning loss, mari kita sama-sama memastikan agar anak-anak kita tahun depan masih tetap bisa sekolah fisik, hadir fisik, kuliah fisik," kata dia.

Penulis: Gita Irawan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved