Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Perumahan di Pangkalpinang Terendam Banjir, PUPR Klaim Memang Kawasan Perumahan, Ini Penjelasannya

Adinul Amal menyebut, kawasan yang terendam banjir beberapa waktu lalu memang diperuntukan untuk kawasan perumahan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana perumahan Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang usai terendam terendam banjir beberapa waktu lalu, Kamis (25/11/2021) petang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Adinul Amal menyebutkan, kawasan perumahanAlam Kampak, RT 4 dan RT 10, Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang yang terendam banjir beberapa waktu lalu memang diperuntukan untuk kawasan perumahan.

Menurutnya, secara Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan, kawasan yang saat ini dijadikan perumahan di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang juga telah sesuai untuk dijadikan permukiman. 

Padahal seperti yang diketahui kawasan tersebut dulunya adalah rawa.

“Secara perda tata ruang daerah tersebut kawasan perumahan, makanya kita terbitkan izin advice planning-nya,” kata Adinul kepada Bangkapos.com, Jumat (26/11/2021).

Adinul Amal mengatakan, saat pihak developer hendak membuat perumahan di kawasan itu pihaknya telah membuatkan aturan, di mana jarak antara perumahan dan sungai sudah ditetapkan sedemikian rupa.

Selain itu, dia mengklaim bahwa daerah tersebut tidak masuk dalam kawasan rawan banjir, akan tetapi daerah pemukiman penduduk. Hal itu sesuai Perda dan ini sudah bahas bersama.

“Kita sudah buat aturan jarak 50 meter ditambah 100 meter. Jadi total 150 meter dari sempadan sungai, jika memang masih banjir mau gimana lagi. Kita sudah bahas bersama, kalau wilayah utara itu tidak ada satu pun kawasan banjir, karena yang ada hanya di daerah pusat kota saja yang masuk kawasan banjir. Makanya ada sedikit anomali,” beber Adinul.

Di samping itu, kata dia, pihaknya tidak alasan untuk menolak perizinan yang diajukan oleh pengembang.

Terlebih kawasan itu masuk kawasan perumahan, oleh karenanya izin pembangunan kawasan perumahan tetap diterbitkan.

Karena aturan itu, Dinas PUPR Kota Pangkalpinang akan melakukan evaluasi terkait masalah banjir di kawasan tersebut.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved