Breaking News:

Lawan Covid19

BMKG Ingatkan Seluruh Pihak Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Sesuai Protokol Kesehatan

Untuk itu BMKG meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Editor: fitriadi
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Sejumlah warga di Kelurahan Tua Tunuindah, Kecamatan GerunggangKota Pangkalpinang, Bangka Belitung mengevakuasi barang-barang mereka usai terdampak banjir, Rabu (24/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Di akhir tahun ini hampir seluruh wilayah Indonesia memasuki periode musim hujan.

Pada musim penghujan, terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Untuk itu BMKG meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengungkapkan ada 342 zona musim di Indonesia yang memiliki karakteristik masing-masing.

Saat ini hampir seluruh zona tersebut telah masuk musim penghujan.

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan dan puncaknya belum tapi puncaknya antara Januari hingga Februari 2022 dan akhir dari musim hujan diperkirakan sekitar bulan April-Mei 2022 nanti," kata Fachri dalam Dialog Produktif Kabar Jumat bertajuk Siaga Bencana Ketika Pandemi di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Timor Leste Bukan Cuma Jadi Negara Miskin, Kini Malah Jadi Negara Berbahaya di Dunia dalam Hal Ini

Baca juga: Bank BRI Bagikan Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Agunan, Simak Syaratnya, Siapin KTP KK dan Surat Ini

Baca juga: Hubungi Nomor WA Ini, Langsung Dibeli Rp20 Juta Jika Punya Uang dengan Nomor Seri Seperti Ini

Pada musim penghujan, Fachri mengatakan terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Dirinya meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor. Itu yang perlu kita waspadai yang bisa terjadi di periode musim penghujan," kata Fachri.

Di masa pandemi Covid-19, Fachri mengungkapkan penanganan antisipasi bencana harus memperhatikan protokol kesehatan.

Kondisi pengungsian untuk menampung korban bencana, kata Fachri, harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kalaupun ada kejadian-kejadian pengungsian, penyelamatan itu juga protokol kesehatannya tetap dijalankan. Memang tantangannya akan lebih besar," pungkas Fachri.

(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved