Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Peringati Hari Disabilitas Internasional, YPAC Pangkalpinang Gelar Baksos Terapi Anak Disabilitas

Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Pangkalpinang, melakukan kegiatan bakti sosial, terap

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Pangkalpinang, melakukan kegiatan bakti sosial terapi untuk kalangan anak disabilitas, pada Sabtu (27/11/2021) sore 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Pangkalpinang, melakukan kegiatan bakti sosial, terapi untuk kalangan anak disabilitas, pada Sabtu (27/11/2021) sore.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari disabilitas Internasional yang puncaknya dirayakan pada 3 Desember 2021 mendatang.

Serangkaian kegiatan dilakukan Yayasan YPAC Pangkalpinang, diawali dengan bakti sosial terapi, donor darah, hingga pameran karya anak didik SLB YPAC dilakukan di waktu yang tidak bersamaan.

Ketua Umum YPAC Pangkalpinang, Endang Sri Hastuti, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari disabilitas Internasional.

"Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kita lakukan salah satunya, pada hari ini melakukan terapi dengan anak disabilitas," jelas Endang kepada Bangkapos.com, Sabtu (27/11/2021).

Kemudian, kata Endang, kegiatan lainnya berlanjut pada Rabu (1/12/2021) donor darah dan Jumat (3/12/2021) acara puncak kegiatan serimonial dan pameran karya anak didik SLB YPAC.

"Hari ini kita mulai dari serangkaian kegiatan tadi, ini untuk memperingati hari disabilitas internasional kita melaksanakan terapi dengan bekerjasama fisioterapi Pangkalpinang," jelasnya.

Terpisah, Pengurus Fisioterapis YPAC Pangkalpinang, Pratiwi Pebrianty, mengatakan, dalam melakukam fisioterapi mereka memberikam edukasi dan melakukan asesmen terhadap anak disabilitas.

"Kami memeriksa kelurahan mereka, melihat fisik mereka, seperti apa, misalnya keterbatsan di tangan, kaki, sampai ke prilaku kita asesmen. Mereka akan diberikan tindakan terapi untuk anak yang membutuhkan," kata Pratiwi.

Pratiwi mengatakan peserta yang ikut berjumlah 16 orang anak fisioterapi dan 8 orang anak terapi wicara, dilakukan oleh tenaga ahli di bidangnya.

"Terapi wicara juga dilakukan dilakukan pemeriksaan juga diberikan tindakan. Sekarang ini istilahnya melakukan pengukuran awal atau asesmen. Karena kalau untuk tindakan satu kali tidak cukup butuh follow up selanjutnya. Sehingga harus di dampingi orang tua tindakan apa yang dilakukan di rumah seperti apa terapi lanjutkannya dapat datang lagi ke YPAC," terangnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved