Breaking News:

Ayah Rela Jadi Pengangguran Demi Kesembuhan Putranya, Nekat Buat Laboratorium Sendiri

Ayah Rela Jadi Pengangguran Demi Kesembuhan Putranya, Nekat Buat Laboratorium Sendiri

Editor: M Zulkodri
Oddity Central
Xu wei dan anaknya yang menderita Sindrom Menkes 

Ayah Rela Jadi Pengangguran Demi Kesembuhan Putranya, Nekat Buat Laboratorium Sendiri

BANGKAPOS.COM--Orang tua pasti sangat menyanyangi anaknya.

Bahkan tidak sedikit yang rela berkorban demi kebahagian sang buah hati.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ayah asal China ini.

Demi sang buah hatinya rela keluar dari pekerjaannya dan memilih untuk menganggur.

Sang ayah yang bernama Xu Wei nekat mendirikan laboratorium untuk membuat obat sendiri.

Berikut kisah yang menginsipirasi banyak orang ini.

Diketahui Xu Wei memiliki anak bernama Haoyang yang berusia dua tahun.

Sang anak menderita Sindrom Menkes, atau kelainan genetik yang sangat langla dan memengaruhi cara tembaga diproses dan diserap dalam tubuh.

Bocah itu tidak dapat bergerak atau berbicara dan para ahli mengklaim bahwa dia hanya memiliki waktu beberapa bulan untuk hidup, tetapi ayahnya menolak untuk menyerah.

Baca juga: Video 19 Detik Gisella Anastasia Viral Bikin Netizen Ingat Nobu, Kini Rela Direkam Demi Wijin

Baca juga: Ayo Cek Uangmu, Kalau Punya Seri Ini Langsung Dibeli Kolektor Rp 200 Juta, Jangan Terlambat

Selama dia bisa bernapas, ayah itu bertekad untuk melakukan semua yang dia bisa untuk putranya, bahkan jika itu berarti belajar kimia sendiri dan memproduksi obat-obatan yang tidak dapat disediakan oleh otoritas China.

Xu Wei, dari Kunming barat daya, telah menyentuh jutaan orang dengan tekad dan pengabdiannya yang tak tergoyahkan kepada putranya yang sakit.

Penderita Sindrom Menkes jarang hidup melewati usia tiga tahun, tetapi, Xu Wei telah melakukan hal yang mustahil untuk memberi putranya kesempatan untuk bisa berjuang.

Xu wei dan anaknya yang menderita Sindrom Menkes
Xu wei dan anaknya yang menderita Sindrom Menkes (Oddity Central)

Setelah mendengar bahwa satu-satunya obat yang dapat memperlambat kondisi Haoyang tidak tersedia di China, dan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat hampir mustahil untuk mencari bantuan di luar negeri, ayah berusia 30 tahun itu memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.

Halaman
123
Sumber: Suar.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved