Breaking News:

Peneliti di Jepang Klaim Berhasil Menghilangkan Virus Penyebab AIDS, Begini Penjelasannya

Penyakit AIDS merupakan penyakit yang menimbulkan berbagai komplikasi akibat melemahnya kekebalan tubuh, dan di Jepang telah dilaporkan lebih dari ...

anyaivanova
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Peneliti Jepang mengklaim telah berhasil menghilangkan virus penyebab AIDS.

Dikabarkan, peneliti Jepang mengaku telah berhasil menghilangkan virus penyebab AIDS, hasil inokulasi monyet dengan vaksin yang sedang dikembangkan.

Lembaga Nasional Jepang, Institut Nasional Inovasi Biomedis, Kesehatan dan Gizi, mengatakan ini adalah penemuan yang akan mengarah pada penyembuhan lengkap untuk AIDS.

Penyakit AIDS merupakan penyakit yang menimbulkan berbagai komplikasi akibat melemahnya kekebalan tubuh, dan di Jepang telah dilaporkan lebih dari 20.000 orang terinfeksi HIV penyebab AIDS.

Lembaga penelitian nasional, Institut Nasional Inovasi Biomedis, Kesehatan dan Gizi, menginokulasi monyet yang disebut monyet cynomolgus dengan vaksin yang sedang dikembangkan, dan kemudian memasukkan sejenis HIV buatan ke dalam tubuh dan mengkonfirmasi kemajuannya.

Baca juga: Remaja Ini Jadi Nafsu Lihat Kakaknya Gara-gara Kecanduan Nonton Video Syur, Sampai Hamil 6 Bulan

Baca juga: Suami Pulang Kerja Tengah Malam Terkejut Lihat Istri Berbuat Mesum dengan Pria Lain

Baca juga: Video 19 Detik Gisella Anastasia Viral Bikin Netizen Ingat Nobu, Kini Rela Direkam Demi Wijin

Baca juga: Bacaan Doa Menghilangkan Jerawat Lengkap, Termasuk Tips Mengatasi Jerawat

Akibatnya, empat dari tujuh hewan terinfeksi sekali, tetapi setelah itu virus tidak terdeteksi.

Kantor National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutritrion, National Institute of Biomedical Innovation di Osaka.
Kantor National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutritrion, National Institute of Biomedical Innovation di Osaka. (NHK)

Laboratorium percaya bahwa vaksin telah menghilangkan virus dari tubuh monyet karena fungsi kekebalan yang meningkat, dan berharap untuk memulai uji klinis pada manusia dalam waktu lima tahun.

"Diharapkan pengembangan obat terapeutik dan vaksin akan maju dengan penemuan yang akan mengarah pada penyembuhan lengkap AIDS, yang sulit dilakukan sampai sekarang," ungkap Yasuhiro Yasutomi, Direktur National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutritrion, National Institute of Biomedical Innovation (NIBIOHN), Senin (8/11/2021).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Baca juga: 35 Nama Bayi Perempuan Islami yang Mudah Diingat dan Tidak Pasaran, Cukup 3 Kata dan Artinya

Baca juga: Kim Jong Un Larang Warga Korea Utara Pakai Mantel Kulit, Alasannya Agara Gaya Pakaiannya Tak Ditiru

Baca juga: Raffi Ahmad Ngaku Suka Sama Janda, Lahir Bathin Siap Rawat Celine Evangelista?

Baca juga: Timor Leste Bukan Cuma Jadi Negara Miskin, Kini Malah Jadi Negara Berbahaya di Dunia dalam Hal Ini

(*/ BangkaPos.com/ Tribunnews.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved