Breaking News:

Buntut Penertiban Tambang, Kasatpol PP: Kami Dipanggil Lewat Pagar, Dian Rasyid Minta Efran Dicopot

Padahal, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen meminta dua pejabat publik ini berdamai.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Alza Munzi
bangkapos.com
Kasatpol PP Pangkalpinang Efran dan Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Rosdiansyah (kanan) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketegangan antara Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Rosdiansyah Rasyid dengan Kasatpol PP Pangkalpinang Efran, sampai sejauh ini belum selesai.

Padahal, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen meminta dua pejabat publik ini berdamai.

Dian Rasyid, panggilan akrab Rosdiansyah Rasyid mendesak Molen agar Efran dicopot alias non job.

Dia juga meminta anggota Satpol PP berstatus pegawai harian lepas (PHL) diberhentikan.

"Kalau maunya kami, Kasat dinonjob, untuk PHL yang terlibat diberhentikan. Kalau ASN dipindahkan, itu keinginannya," ungkap Dian Rasyid.

Sementara Efran membantah pihaknya melakukan pungutan liar atau pungli pada penambang timah ilegal.

"Tidak ada yang namanya pungli, saya tidak akan membela kalau anggota saya bersalah, kalau ada laporkan saja," tegas Efran.

Efran mengaku kaget dilaporkan Dian Rasyid ke Polres Pangkalpinang.

Dia menyebutkan, Dian Rasyid memanggil dirinya bersama anggota Satpol PP melalui lisan.

Dian Rasyid memanggil di balik pagar pembatas kantor Pol PP dan DPRD Pangkalpinang.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved