Inilah Cara Menghadapi Suami yang Pemarah, Egois dan Cuek Menurut dokter Aisah Dahlan
Inilah cara menghadapi suami yang pemerah, egois dan cuek menurut dokter Aisah Dahlan.
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Dokter Aisah Dahlan menjelaskan cara menghadapi suami yang pemarah, egois dan cuek.
Dia mengatakan ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar suami tidak lagi pemarah, bersikap egois dan cuek.
Kemudia dinrinya mengatakan dengan mekakukan cara ini akan lebih santai dan tidak lelah menghadapi suami pemarah.
Hal itu ia beberkan dalam kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan yang diunggah pada 2 September 2021 lalu.
Sebelumnya dia menjelaskan tentang itu karena ada seseorang istri yang menanyakan dan menceritakan pengalaman yang terjadi dari penanya.
Baca juga: Video 19 Detik Gisella Anastasia Viral Bikin Netizen Ingat Nobu, Kini Rela Direkam Demi Wijin
Baca juga: Ayo Cek Uangmu, Kalau Punya Seri Ini Langsung Dibeli Kolektor Rp 200 Juta, Jangan Terlambat
Baca juga: Pose Maria Vania Gigit Buah Sambil Tengkurap Buat Netizen Salfok hingga Komentar Nyeleneh
Bahkan penanya tersebut merasa bosan akibat kejadian terus berulang.
Lalu bagaimana penjelasan dari motivator keluarga tersebut.
Dia menjelaskan bahwa cara yang pertama bisa dilakukan seorang istri adalah memaafkan diri sendiri atau muhasabah.
"Kalau orang itu satu rumah misalnya anak atau suami maka memaafkan diri sendiri," sebutnya.
dr Aisah Dahlan menjelaskan mengapa diri sendiri, karena terkadang antara pikiran dan hati telah lelah.
"Makanya kita minta maaf, Ya Allah saya mohon ampun dan saya maafkan diriku," ujarnya.
Menurut dr Aisah Dahlan, dengan muhasabah pertama-tama bisa lebih tenang.
"Jadi, jangan lupa untuk memaafkan diri sendiri lebih dulu," katanya.
Lalu dia melanjutkan, apresiasi dulu diri sendiri karena sudah kuat dalam menghadapi kondisi sulit.
Selanjutnya, dr Aisah Dahlan mengatakan yang kedua adalah berusaha untuk memaafkan suami atas sikapnya itu.
Lebih lanjut dia menyebutkan, seorang istri berupaya memikirkan perasaan dan merasakan pikiran.
"Kita juga upayakan untuk mencari satu alasan yang bisa membuat hati dan pikiran kita mengatakan sebenarnya dia orang baik," bebernya.
Selain itu dr Aisah Dahlan mengungkapkan setidaknya yakinkan dalam diri, bahwa suami adalah jembatan menuju surga.
Pikiran dan perasaan seperti yang kemudian membuat istri jauh lebih tenang dan bisa menerima sikap suami apa adanya.
"Artinya, hadapi sikap suami dengan kelembutan atau dengan mencari kebaikan-kebaikan yang dilakukan suami sebagai alasan untuk menutupi sikap pemarah dan egoisnya serta sikap cueknya," ujarnya.
Selain itu, yang tak kalah penting, selalu doakan suami agar hatinya menjadi lembut kepada istrinya itu.
"Sesungguhnya apa yang kamu rasakan dan menceritakannya kepada Allah SWT, maka Allah akan membantu meringankan bebanmu," tuturdr Aisah Dahlan.
Dalam salah satu kajiannya dr Aisah Dahlan memberi penjelasan kepada para istri agar suami romantis bersama istri .
Kata dia, ada beberapa cara yang dapat dilakukan istri untuk menjadikan suami agar selalu romantis ketika bersamanya.
Lalu apa cara yang dijelaskan oleh dr Aisah Dahlan.
Hal itu ia bagikan dalam kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt.
Seperti dikutip dari kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt, dr Aisah Dahlan menyebutkan istilah romantis yang dilakukan para suami kepada istri dapat dilakukan berbeda-beda.
Setiap suami maupun istri dapat melakukan hal romantis dengan cara berbeda atau caranya masing-masing.
Dia melanjutkan bahwa romantis yang dilakukan suami dan istri dapat dilakukan berdasarkan ciri watak
dan bahasa pengungkapan kasih sayang masing-masing.
"Hal romantis yang dilakukan suami kepada istri, dilakukan dengan cara wataknya sendiri dan punya bahasa pengungkapan kasih sayang sendiri," katanya.
"Romantis buat dia(suami) karena sesuai dengan wataknya, sesuai dengan bahasa kasih pelayanannya," ujarnya.
Menurutnya, banyak orang disangkanya romantis itu dipeluk-peluk atau dikasih kembang mawar, padahal tidak demikian.
"Ada suami yang menurut dia udah romantis, pada saat apa? pada saat dia bantuin istrinya betulin talang air, itu romantis juga, karena si suami yang namanya romantis adalah melayani istrinya," sebut Aisah Dahlan.
dr Aisah Dahlan pun mengatakan, keromantisan pada seorang wanita dikatakan ada perbedaan.
Pasalnya, istri yang selalu ingin merasakan bahasa kasih dari pada suami berupa sentuhan fisik.
"Kalau saya selaku istri karena bahasa kasih saya sentuhan fisik, saya menganggap romantis kalau suami peluk-peluk istri, cuman itu (suami) karena berbeda bahasa kasih ini, inilah yang nanti sulit bagi si suami untuk melakukan itu (hal romantis)," bebernya.
"Sebab buat suami, yang namanya romantis, 'saya layanin istri saya, misalnya istri saya bilang kacamatanya patah' saya lem, itu kata suami saya romantis," terang Aisah Dahlan.
"Sementara bagi perempuan dianggap romantis kalau istri ketika jalan digandeng," lanjutnya.
dr Aisah Dahlan mengatakan bahwa ketika sudah usia 30 tahun jarang terjadi hal romantis.
Oleh karena itu dia memberikan pesan kepada para istri untuk mempelajari bahasa kasih pada suami.
Menurutnya, ada beberapa tipe-tipe romantis bagi pasangan suami istri salah satunya dengan cara hanya ingin dipuji.
"Ada juga yang namanya romantis dipuji, jika saling memuji itulah romantis," katanya.
"Ada juga yang romantisnya itu dengan ditemenin, cuman ngobrol aja dan minum-minum kopi itu jadi romantis," sambungnya.
Sebab dijelaskan oleh dr Aisah Dahlan bahwa yang namanya romantis merupakan apa yang menjadi kebutuhan bagi pasanga tersebut.
Romantis juga bisa dilakukan dengan sederhana tergantung dari bahasa kasih pasangan itu sendiri.
Tidak hanya berupa pemberian bunga bagi istri tetapi sentuhan fisik juga sudah termasuk romantis menurut perempuan.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211026-dr-aisah-dahlan-di-instagram.jpg)